Jumat, 21 Maret 2014

KPU Dairi Libatkan Ratusan Siswa-siswi Untuk Penyortiran dan Pelipatan Kertas suara

Sidikalang –SIRA Online
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dairi, mulai melakukan penyortiran dan pelipatan kertas suara Pemilu Legislatif 2014, dengan melibatkan ratusan siswa SMK, Mahasiswa dan masyarakat, yang sebelumnya sudah mendapat pengarahan bagaimana menyortir dan melipat surat sesuai dengan ketentuan yang telah di tetapkan oleh KPU Pusat. Selasa (18/3).Penyortiran dan pelipatan logistik kertas surat suara dimaksud, dilakukan di 4 lokasi yang berbeda yakni, Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Sidikalang, SMK HKBP Sidikalang, SMK Negeri 1 Sidikalang, dan Gedung Bale Karina Sidikalang. 

Badan Pertanahan Nasional Dairi Sosialisasikan Prona Di Kec Laeparira



Sidikalng - SIRA Online
Camat  Lae Parira  Dra. Rosmida Situmorang beserta para kepala Desa sekitaran Kec dimaksud   menerima  Badan Pertanahan Nasional(BPN) yang dipimpin langsung Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Dairi Dra.Endang Widayati .M.H ,didampingi para seksiseksinya ,sosialisasikan tentang  Sertifikat   Proyek Nasional Agraria (Prona)  guna menindaklanjuti pesan pemerintahan Kabupaten untuk mengadakan kepemilikan sertifikat pada masyarakat. Menurut keterangannya ,sikap  yang positif ini harus ditindaklanjuti ,sama halnya seperti skpd pada Pemkab Dairi  ,pihak kami juga tak luput peran serta untuk membangun Dairi dari kapasitas kami  guna mendukung program Pemerintahan Daerah

Sijago Merah hanguskan 3 Pintu di Jalan Air Bersih Sidikalang



Sidikalang - SIRA Online
Ada pepatah mengatakan,api merupakan suatu kebutuhan setiap orang,apa lagi api itu masih kecil,tetapi kalau api itu sudah membesar pasti akan menjadi lawan.Bahkan bias menghanguskan harta benda kita,termasuk rumah. Persisnya di jalan Air Bersih (SPG) Sidikalang,warga  masih  terlelap dalam tidurnya,akhirnya di kejutkan dengan bara api yang menjulang tinggi ,sehingga menghanguskan 3 unit rumah yang masih berdampingan(dempet) sekitar pukul 23.30 wib (18/3). Atas kejadian kebakaran rumah tersebut warga terpaksa ikut membantu untuk mengeluarkahn barang-barang mereka yang masih bias diselamatkan.

Ketua KPU Dairi Verianto Sitohang :Saya Siap Dipanggil Kejatisu Atas Pengaduan LSM GARANSI


Sidikalang –SIRA Online
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Nasional Anti Korupsi Indonesia(LSM GARANSI) Kabupaten Dairi
Jonner Simbolon mengadukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dairi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) secara tertulis pada tanggal 8 Maret 2014 dengan nomor surat :020/LSM-GARANSI-DAIRI/III/2014.
Dan suratnya dalam rincian dana dengan nomor surat :018/LSM-GARANSI-DAIRI/III/2014.Tanggal 8 Maret 2014 yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,dimana permasalahannya tentang honor anggota PPK dan PPS Kabupaten Dairi sewaktu Pilkada bulan Oktober 2013 yang lalu,tidak dibayar Ketua KPU Dairi selama 2 bulan,yaitu bulan Nopember dan Desember 2013 lalu.

Musrenbang Wajib Dilaksanakan Setiap Tahun



Musrenbang Wajib Dilaksanakan Setiap Tahun  
T.A  2014, Belanja Pegawai 63,69 %, Belanja Langsung 36,31%

Sidikalang –SIRA Online
Sebagaimana kita kethui bersama bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan  (Musrenbang) merupakan acara yang wajib dilaksanakan setiap tahun. Hal itu merupakan amanat undang-undang No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasonal(SPPN),dan Permendagri No.54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 2008,tentang tahapan tata cara penyusunan,pengendalian dan evaluasi pelaksanaan  rancangan pembangunan daerah.

Hal itu disamapaikan Bupati Dairi Jhonny Sitohang dalam sambutannya ketika acara Musrenbang Kabupaten  bertmpat Balai Budaya jalan Sisimangaraja Sidikalang Kabupaten Dairi,(20/3). Hadir dalam acara itu,Wakil Bupati dairi Irwansyah pasi,SH. Sekdakab.dairi Julius Gurning,Damdim 0206 Dairi,Kapolres dairi yang diwakili Kompol.Msiahan,Kajari Sidikalang Pendi Sijabat,SH.MH,mewakili DPRD Dairi Dahlan Sianturi,Bappeda Provsu diwakili Kabid Ekonomi Hasbi Rijal.
Para Kadis,Kakan,Kaban,Kabid di  jajaran Pemkab Dairi,serta undangan lainnya.

Ditambahkan Bupati,Musrenbang Kabupaten adalah musyawarah para pemangku kepentingan (Stakeholder) untuk mematangkan rancanagan Rencana Kerja Pembangunan Daerah(RKPD) berdasarkan Renja SKPD dari hasil forum SKPD.

Artinya ,selain menjadi wadah sinergi aspirasa masyarakat,dan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka penempurnaan rancangan tersebut.Musrenbang ini dapat dijadikan sebagai wahana pihak-pihak yang langsung maupun tidak langsung mendapatkan maanfaat atau dampak dari program pemerintah daerah,yang dimanifestasikan  bentuk program dan kegiatan pada masing-masing SKPD.
Inilah disebut denagan pendekatan partisipatif perencanaan pembangunan daerah .

Didalam forum ini kita akan mempertajam indikator,serta target kegiatan SKPD sesuai dengan fungsinya,saling berkaitan dan selaras,untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran sesuai prioritas pembangunan, yang bermuara kemampuan pendanaan,berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD.

Dalam penegasan Bupati,Pemkab Dairi sedang menyusun Rancanagan Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) untuk 2015-2019 merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembangunan lima tahu kedepan,maka kita berpedoman kepada sasran pokok arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah(RPJPD)dan mengacu kepada RPJMD Provinsi Sumatera Utara.

Keterangan foto :Bupati Dairi Jhonny Sitohang sedang berbincang-bincang dengan Kabid Ekonomi Bappedasu Hasbi Rijal di balai budaya dalam acara Musenbang Kab.Dairi. 

Drs.DT.Padang,MM : Macam Mengemis Saya Meminta Alat Berat dan Truk Pengangankut Sampah



Sidikalang-SIRA Online
Kalau tidak ada kepedulian untuk menertibkan Pasar Sidikalang  memang betul-betul pusing kita memikiri,susah,dan kalau tidak ada merasa memiliki repot jadinya,itulah disampaikan Drs.DT.Padang,MM,Staf ahli Kantor Bupati Dairi,dan juga selaku Koordinator team penertiban Pasar Sidikalang,itulah pernyataannya ketika wartawan meminta tanggapannya diruang tunggu Sekda Kabupaten Dairi,(19/3).

Anehnya lagi,sering sekali saya meminta fasilitas penertiban Pasar Sidikalang,seperti alat berat dari PU Bina Marga Kabupaten Dairi dan truk pengangkut sampah dari PU Cipta Karya yang kebetulan saat ini Kepala Dinas Ir.Jisler Lumbanbatu.Dan seolah-olah saya bagaiakan mengemis kepada kedua instansi tersebut.

Bila demikian terus-terusan sikap beliau-beliau,lebih baik saya mengundurkan diri selaku koordinator team penertiban Pasar Sidikalang itu,soalnya penertiban Pasar Sidikalang  tidak boleh tanggung-tanggung,resikonya tinggi,yang dihadapi adalah para pedagang yang membutuhkan mengisi perut sejengkal untuk anak dan istri mereka. Artinya kalau kita tidak pandai membaca situasi kita akan menjadi bulan-bulanan,bahkan resikonya cukup tinggi sebut mantan Kadis Pasar sewaktu masa MP.Tumanggor selaku Bupati Dairi saat itu.

Diruang tunggu Sekda itu sempat DT.Padang mengatakan kepada Kadis PU Cipta Karya Kabupaten Dairi Ir.Jisler Lumbanbatu,”kenapa suasah kali kalian memberikan fasilitas alat berat dan truk pengangkut sampah untuk dipergunakan di Pusat Pasar Sidikalang,macam pengemis saja kalian buat saya. Lalu Kadis PU Cipta Karya menjawab dengan tenang,kalau saya truk yang ada sama saya,kalau masalah alat berat termasuk skopel dan sejenis alat berat lainnya ,itu adalah PU Bina Marga Kab.Dairi sebut Jisler.

Saya tidak membangga-banggakan, para wartawan telah melihat sediri bagaimana keloyalan saya dalam penertiban Pusat Pasar Sidikalang tersebut,boleh dikatakan hampir saya ful time di Pusat Pasar sana,untuk terciptanya pasar itu kondusif sesui dengan harapan masyarakat dan pemerintah. Sebenarnya saya bukan angkat-angkat telor dalam situasi ini,tetapi ketika diberikan atasan tugas itu kepada saya,pasti saya laksanakan dan kupertanggungjawabkan sedaya mampukukKaren sudah perintah atasan tegasnya.

Dan Staf ahli Bupati yang satu ini sempat mengatakan kepada Kadis PU Cipta karya Kab.Dairi Ir.Jisler Lumbanbatu,kalau seandainya dibarikan kepada bapak Kadis tugas ini,terus terang tidak mampu,sebab yang dihadapi di Pusat Pasar ini bermacam ragam. Dan kenapa saya katakana demikian,contohnya pada tahun lalu telah dibuat pemaritan untuk Pusat pasar Sidikalang,akhirnya tidak jadi terlaksana. Kenapa tidak jadi,karena sulit mengatasi para pedagang.Bukan semudah membalikkan tangan menghadapai para pedagang tegas Drs.DT.Padang,MM,kesannya kesal kepada kedua Instasi tersebut,dan mengakhiri percakapannya dengan wartawan.(KT).
Keterangan foto : Drs.DT.Padang,MM, memberikan keterangan kepada wartawan.(Foto dok.SIRA Online/KT)

Jumat, 07 Maret 2014

Kadir Boangmenalu : Ladangku Yang Kukerjakan,Bukan Aku Merambah Hutan


Sidikalang – SIRA Online
Walaupun ada tuduhan orang bahwa saya ini dikatakan merambah hutan,semuanya tidak benar,itu hak mereka mengatakan itu,sebagai manusia biasa tentu berhak untuk menyampaikan pendapat ,tapi yang ianya saya tidak pernah merambah hutan,dengan kata lain”Ladangku yang kukerjakan,bukan merambah hutan”,itulah pernyataan Kadir Boangmenalu dalam pernytaannya ketika berjumpa dengan MITRA (7/3) di Sidikalang.

Ditambahkan lagi,ladang yang saya usahai itu telah ada berbagai tanaman,seperti jengkol,petai dan tanaman lainnya sambil menunjukkan foto lokasi perladangannya itu kepada MITRA,bahkan gubuk-gubuk rumah ini sudah lama saya buat,sekitar tahun seribu sembilan ratus fdelapan puluhan sudah ada.

Mana mungkin saya merambah hutan,terserah orang yang menuduh,namun faktanya bukan demikian. Dan kalaupun ada orang mencari kesempatan merambah hutan,tentu itu bukan sepengetahuan saya,dan bukan diareal yang pernah saya berpekara dengan PT.Dairi Prima Mineral tentang lahan yang saya miliki sekarang
sebut Kadir Boangmenalu yang saat ini sebagai Camat Silima Punggapungga Kabupaten Dairi.

Disebutkan lagi, saya yakin kepada pemerintah bahwa hak ulayat masih berlaku di Kabupaten Dairi,jadi saya selaku putra Pakpak di Kabupaten Dairi tentu keyakinan itu pasti terujut,walaupun yang saya perkarakan waktu itu seluas 200 Ha ,namun yang dikabulkan hanya 75 ha. Dan inipun saya anggap kalah,karena gugatan saya tidak bisa terpenuhan 200 ha,sebut Kadir Boangmenalu.

Kalau saya ingat beberapa tahun yang lalu untuk mendapatkan lahan itu panjang ceritanya,bahkan prosesnya cukup lama, mengkuras tenaga dan energi,memikirkan bagaimana supaya lading saya tersebut bisa saya usahai dan berkekuatan hukum yang syah. Apalagi lawan saya berperkara tersebut pengusaha yaitu PT.Dairi Prima Mineral yang diwakili oleh IAN NORMAN BRUCE sebagai Presiden Direktur PT.Dairi Prima Mineral sebagai tergugat II dan pihak Marga Cibro pihak tergugat II. Dimana saat itu perkaranya sampai ke Makamah Agung.

Sekitar tahun 2001 sudah mulai terjadi proses perkara melawan Marga Cibro dan DPM,boleh saya katakan perjuangan cukup melelahkan selaku sukut nitalun(tuan rumah) . Ladang saya  sekarang ini telah mempunyai kekuatan hukum dan bukan saya karang-karang tentang kepemilikannya.

Seperti Keputusan Pengadilan Negeri Sidikalang No.03/Pdt.G/2001/PN.Sdk.Tgl 12 Desember 2001. Yo.Kep.Peng.Tinggi Medan .No.64/PDT/2003/PT.MDN,Tgl 23 Juli 2003.Yo.Kep.Mahkamah Agung RI.No.2294/K/Pdt/2004.Tgl,31 Januari 2007. Yo.Putusan PK.No.112/PK/Pdt/2009. Tgl.14 Juli 2010.

Jadi beberapa kalipun saat itu sidang dipengadilan,seperti Pengadilan Sidikalang,Pengadilan Tinggi Medan,Mahkamah Agung,bahkan sampai ke Peninjauan kembali dari Mahkamah Agung dilakukan PT.Dairi Prima Mineral selaku pemohon. Tapi hasilnya tetap ditolak. Berarti menang dalam perkara tersebut urai Kadir Boangmenalu.

Dalam Putusan PK.No.112/PK/Pdt/2009. Tgl.14 Juli 2010, isinya demikian, Mengadili : Menolak permohonan Peninjauan Kembali(PK) : PT.DAIRI PRIMA MINERAL,yang diwakili oleh IAN NORMAN BRUCE, sebagai Presiden Direktur PT.Dairi Prima Mineral tersebut : Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali untuk membayar biaya perkara dalam pemeriksaan peninjauan kembali ini sebesar Rp.2.500.000.-(Dua juta lima ratus ribu rupiah).

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Rabu tanggal 14 Juli 2010 oleh DR.Harifin Tumpa,SH,M.H Hakim Agung yang ditunjuk oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis,M.Hatta Ali,SH.M.H. dan I Madetara,SH,Hakim-hakim Agung sebagai anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri oleh Hakim-hakim anggota tersebut dan dibantu oleh Pri Pambudi Teguh,SH.MH,Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh kedua belah pihak.

Itulah ringkasan isinya dalam putusan PK tersebut ujar  Kadir Boangmenalu,yaitu menjadi Kepala Kelurahan Batang Beruh,Kecamatan Sidikalang, dan saat ini menjadi Camat Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi , Provinsi Sumatera Utara,mengakhiri percakapannya dengan SIRA Online.(KT)

Keterangan foto , pertama,Kelihatan Tanaman jenjgkol,petai dan tanaman lainnya dilahan
                             milik Kadir Boangmenalu
 Keterangan foto , kedua,  kelihatan rumah yang sudah lama dibangun,sehingga atapnyapun
                             sudah berkarat,dan dindingnya juga sudah lama tidak terurus,sang lamanya
                             pondok tersebut

Oslan Sinamo,S.Sos Bendahara KNPPI :Pilih Wakilmu Yang Peduli dan Membela Kepentingan Rakyat Miskin


Sidikalang – SIRA Online
Apapun sekarang yang dibilang para Caleg kepada masyarakat tentang promosi dirinya agar dipilih untuk duduk di kursi DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi,maupun anggota DPR RI dan DPD,kesannya sudah apatis masyarakat itu.

Hal itu disampaikan Oslan Sinamo,S.Sos di Sidikalang, (4/3) ketika berjumpa dengan SIRA Online. Ditambahkan lagi,saat ini selalu diperbincangkan tentang caleg,sampai dikedai kedi kopi,bahkan ditengah-tengah keluarga juga saling membahas,siapa yang mau dipilih nantinya dalam pilcaleg yang akan dilaksanakan 9 April 2014 yang akan datang.

Tapi harapan saya,jangan salah pilih,sebab kalau salah pilih,jika salah pilih nantinya,maka 5 tahun kedepan akan runyam alias rabut sebut Oslan Bendahara Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Pakpak Indonesia( DPP-KNPPI) itu.
Jadi harapan kita bersama,”Pilihlah wakilmu yang peduli dan membela kepentingan rakyat miskin”,bukan membela rakyat yang kaya untuk menumpuk harta kekayaan. Artinya orang miskin perlu dibangkitkan penghasilannya agar bisa menghidupi anak dan istrinya,apalagi untuk mencicipi pendidikan yang lebih layak direpubelik kita ini.

Kita sudah lihat anggota dewan sebelum-sebelumnya,semua mengatakan “kami tetap membela kedaulatan rakyat dan membela hak-hak rakyat,namun kenyataannya jauh panggang dari api,alias omkos(omomng kosong),dan selalu mengatakan membela hak-hak rakyat,entah rakyat yang mana kita tidak tahu.

Dan selalu menopengkan rakyat,hanya janji-janji palsu alias retorika. Kalau sewaktu kampanye,waduh tutur bahasa sicaleg itu bagaikan rayuan pulau kelapa,dan memakai seribu bahasa,seolah-olah langit dan bumi bisa disatukan. Namun setelah duduk dimeja empuk itu,lupa kepada rakyat miskin yang diharapkan untuk membantu mereka-mereka menambah kesejahteraan mereka demi memperjuangkan anak untuk bisa menadapat pelayanan kesehatan dan pendidikan yang memadai di repubelik ini.

Jadi harapan saya lagi terhadap saudara-saudaraku,pilihlah orang-orang yang berpotensi dapat membantu masyarakat,apalagi masyarakat yang ekonominya lemah,dan jangan memilih karena dinilai dengan uang,sebab bila dinilai karen uang baru dipilih,maka setelah dudukpun dia nantinya sebagai anggota dewan,atomatis akan pasti menjauh dari kita.

Yang sadisnya lagi,setelah duduk beliau-beliau itu nantinya sebagai anggota dewan ,bila melintas dihadapan kita dengan mengendarai mobil pasti akan tutup kaca,sebab beliau-beliau itu menganggap kita ini sudah dibayar atau dibeli suara kita.

Dan itulah yang paling sakit kita rasa,padahal berapalah dikasih atau dibayar tunai kepada kita. Prinsip sedemikian  harus kita hindari,kalaupun seandainya kita mau dibayar atau dikasih uang, harus kita tolak,sebab efeknya sangat buruk,sudah barang pasti  harga diri kita tidak ada nantinya dihadapannya, tegas Oslan Sinamo,S.Sos,  kebetulan yang satu ini juga Caleg di Pakpak Bharat dari Partai Golkar untuk masa priode 2014-2019 di urutan nomor 7.
(KT)        
Keterangan Foto ini adalah  : Oslan Sinamo,S.Sos

Budaya Pakpak Bisa Berkembang Termasuk Tanggungjawab LKP


Sidikalang – SIRA Online.

Peran aktif,kerja keras,ulet dan mampu mengembangkan kreafitasnya  adalah merupakan suatu keberhasilan seseorang pemimpin disebuah satu lembaga,untuk mengemban misi,apalagi dalam bidang budaya,tanpa memperkokoh budaya,hidup kita akan sirna.
Bila ada mengatakan bahwa budaya itu tidak perlu, hal sedemikian tidak mungkinsebab dalam kehidupan kita sehari-hari dihiasi dengan etika dan berbudaya,maka budaya itu sangat perlu dalam hidup kita.

Apalagi kebudayaan di Kabupaten Dairi ini selalu ditonjolkan atau ditampilkan adalah Kebudayaan Pakpak selaku sukut nitalun di daerah ini. Kita tidak bisa bantah dan pungkiri “ Budaya Pakpak bisa berkembang termasuk tanggungjawab Lembaga Kebudayaan Pakpak(LKP) apalagi secara khusus untuk Kabupaten Dairi ini ,dan secara umum di Repubelik Indonesia kita ini,bahkan dunia. Sebab yang lebih berkompeten untuk mengurusi dan mengembangkan penampilan budaya Pakpak itu adalah LKP.

Artinya bukan organisasi kepemudaan Pakpak tidak bisa mengembangkan budaya Pakpak itu sendiri,siapa saja boleh mengembangkannya,tetapi yang lebih dominan untuk mengurusi Kebudayaan Pakpak adalah LKP.

Dengan kata lain yang paling bertanggungjawab terhadap dalam pengembangan budaya Pakpak adalah LKP, karena lembaga itu sudah ada. Demikian disampaikan Kadis Kebudayaan,Pariwisata ,Pemuda dan Olahraga Drs.Bonar Butar-butar ketika memimpin rapat di Aula Kantor Dinas kebudayaan,Pariwisata,Pemuda dan Olah Raga jalan Ahmad Yani,Batang Beruh Sidikalang,baru-baru ini.

Ditambahkan ,bukan organisasi Pakpak lainnya tidak bisa mengurusi dan menampilkan budaya Pakpak,dan jangan salah presepsi dan menafsirkan apa yang saya katakana ini,tetapi dominan mengurusi Kebudayan pasti lembaga itu sendirilah yang sangat berkompeten atas kemajuan budaya itu.

Marilah kita dukung dan kembangkan kebudayaan Pakpak,kalau kita tidak menghargai budaya kita,siapa lagi sebut Bonar. Kita harus dapat memaksimalkan dalam penampilan kesenian,tari-tarian,juga tarik suara(nyanyian ) yang bernuansa budaya Pakpak di PRSU Medan yang akan dilaksanakan tanggal,16/3-2014 .Dan  sebenarnya LKP yang membidangi penampilan budaya.

Namun untuk tahun ini,kelihatannya LKP kurang bersedia sebagai sesion Maker atau sebagai panitia penampilan budaya,jadi terpaksalah dari dinas ini sebagai pelaksna,namun penampilan kebudayaan tetap dari organisasi Pakpak itu sendiri nantinya.Kami tetap mengharapkan masukan dari kepemudaan Pakpak,seperti Komite Nasional Pemuda Pakpak Indonesia(KNPPI), IKPPI,PERPI,PGMP,GEMA Sicike-cike dan organisasi Pakpak lainnya ujar Bonar Butar-butar sewaktu memimpin rapat persiapan untuk penampilan budaya Pakpak di PRSU dari Kabupaten Dairi. (KT)