Sabtu, 03 Desember 2011

Tiga Minggu Menghilang

Dapot Girsang Ditemukan Tewas Dengan Kondisi Mayat Membusuk
Sidikalang ,SIRA :
Tiga minggu menghilang dari rumah, Dapot Girsang (37) warga Dusun Suhana Desa Pegagan Julu V Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, ditemukan warga tewas di salah satu gubuk perladangan kopi milik Saut Simaremare di Desa Lae Hole dengan kondisi mayat sudah membusuk, Rabu (30/11).

Penemuan mayat korban yang identitasnya sempat tidak diketahui itu, pertama sekali ditemukan pemilik pondok Saut Simaremare bersama rekannya, Bongot Solin yang kemudian disampikan kepada salah seorang pemilik ladang yang bersebelahan dengan ladang kopinya, January Ompusunggu (24) yang kemudian melalui HP dilaporkan kepada Kepala Desa Laehole, Sihar Sitohang yang kemudian dilanjutkan ke Polres Dairi.
“Pertama tama saya mengetahui keberadaan mayat korban yang sebelumnya tidak dikenal itu, berdasarkan ajakan dari pemilik Pondok, Saut Simaremare didampingi rekannya, Bongot Solin (19), untuk melihat temuan mayat dipondoknya dengan kondisi mayat yang sudah membusuk dan leher masih terikat dengan seutas tali, kemudian saya menyarankan kepada Saut agar penemuan mayat itu segera dilaporkan kepada Kepala Desa maupun kepada pihak kepolisian”, ungkap January kepada Batak Pos usai memberikan keterangan di Mapolres Dairi, Kamis (1/12).
Sementara itu, saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Dairi, saksi Bongot Solin kepada Kasat Reskrim Polres Dairi, Demak Ompusunggu mengaku, yang menghabisi nyawa korban adalah pemilk Pondok, Saut Simaremare dengan motif yang belum jelas karena jawabannya kepada pihak Polisi selalu berbelit-belit, dan diakuinya juga bahwa dia sendiri masih sempat melayangkan pukulan satu kali kepada wajah korban.
“Saya hanya melayangkan pukulan satu kali kepada korban, dan yang membunuh korban adalah pemilik pondok, Saut Simaremare, dengan menggunakan parang, dan saya masih sempat menyaksikan leher korban diikat dengan tali oleh Saut, karena saya tidak tahan melihat darah korban, saat itu, saya langsung meninggalkan pondok”, ungkap bongot saat memberikan keterangan kepada Kasat.
Kapolres Dairi, AKBP Yustan Alpiani yang dihubungi Batak Pos di Mapolres Dairi, menjelaskan, penemuan mayat yang yang sudah membusuk itu, diketahui atas laporan masyarakat, setelah melakukan olah TKP, mayat dievakuasi ke RSUD Sidikalang.
“Penemuan mayat itu, diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat, dan setelah kita melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, selanjutnya kita mengevakusi mayat ke RSUD Sidikalang, dan karena kita tidak menemukan kartu identitas pada korban maupun di TKP, kita melakukan pemberitahuan melalui Radio untuk dapat diketahui masyarakat”, jelas Yustan.
Yustan mengatakan, “hingg saat ini kita masih melakukan pemeriksaan secara intesif terhadap empat orang saksi termasuk pemilik lahan, Saut Simaremare yang saat ini masih menjalani pemeriksaan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita dapat mengungkap motif pembunuhan ini”, kata Yustan.
Saat dihubungi Batak Pos, istri korban, Riama Munthe didampingi Kepala Desa Pegagan Julu V, Situmorang dan sejumlah keluarga di Mapolres Dairi merasa yakin, bahwa mayat yang ditemukan itu benar suaminya, Dapot Girsang, “setelah melihat pakaian dikenakan korban yakni, Jaket kulit warna hitam, kemeja petak-petak, celana pendek dan sarung warna pink, saya merasa yakin bahwa korban adalah suamiku karena, saat berangkat dari rumah, Selasa (8/11) sekitar pukul 6.30 sekitar tiga minggu lalu, dia memakai pakaian itu”,kata Riama seraya meneteskan air mata.
Riama juga mengakui, sejak berumah tangga, korban sering bepergian hingga tiga bulan lamanya, tanpa ia ketahui, sehingga saat dia tidak kembali ke rumah (sejak Selasa (8/11), dirinya maupun kelurga tidak merasa curiga. (Robs)
Keterangan Foto : Berikan Keterangan : salah seorang Saksi yang mengaku menyaksikan pembunuhan Dapot Girsang, Bongot Solin (19), sedang memberikan keterangan kepada Kasat Reskrim Polres Dairi, Demak Ompusunggu di Mapolres Dairi, Selasa (1/12), foto dok ; SIRA/Robinson Simbolon.

Minggu, 27 November 2011

Wakil Bupati Buka Diklat Pol PP Dairi 2011

Sidikalang,SIRA :
Bertempat di aula Sentrum kantor Pusat gereja Kristen protestan pakpak Dairi (GKPPD), Wakil Bupati Dairi, Irwansyah Pasi membuka Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengembangan Kemampuan Aparat Polisi Pamong Praja Dengan TNI/Polri dan Kejaksaan Kabupaten Dairi Tahun 2011, yang diikuti seluruh aparat Satpol PP Kabupaten Dairi, yang dilangsungkan secara bergelombang, Selasa (22/11).


Dalam laporannya, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kab. Dairi Drs. Erwin Sihotang, yang dibacakan oleh Drs. Asiroha Tumanggor menyampaikan, penyelenggaraan Diklat tahun ini dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas secara profesional yang dilandasi kepribadian yang baik sebagai anggota Satpol PP.
Selain itu, tujuan dilaksanakannya Diklat tersebut adalah untuk menciptakan aparatur yang tangguh, handal dan berwibawa, memantapkan sikap semangat dan pengabdian yang berorientasi pada penganyoman dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan keamanan visi dan kemajuan pola pikir dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintah umum, masyarakat dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik, serta menjadi salah satu syarat kompetensi sebagai anggota polisi Pamong Praja.
Pada Diklat yang berlangsung dalam dua gelombang itu, yakni gelombang I selama 3 hari dari tanggal 22/24 nopember 2011, dan gelombang II selama 3 hari tanggal 29 Nopember s/d 1 Desember 2011 dengan pelaksanaan yang berlangsung dari pagi hingga sore harinya itu, Instruktur dan Nara sumber terdiri dari, Pasintel Kodim 0206 Dairi, Kapt. NG. Tarigan, Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP. D. Oppusunggu, serta dari Kejaksaan negeri Sidikalang dan Satpol PP Provinsi Sumatera Utara. Materi yang disampaikan masing-masing narasumber menurut kemampuan dan spesifikasi masing-masing dalam hubungannya dengan tugas Pol PP.
Dalam sambutannya, Wabup Irwansyah Pasi menyampaikan bahwa, posisi tenaga Pol PP sangat strategis dalam mengawal setiap kebijakan dan peraturan daerah, disamping sebagai tenaga pengawalan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sehingga, melalui Diklat terhadap Pol PP itu, diharapkan agar anggota Satpol PP memahami berbagai tugas dan peraturan menurut jenjangnya.
“Tugas Pol PP secara umum, membina ketentraman dan ketertiban masyarakat, Memberi peringatan dini dan penanggulangan pemeliharaan trantibmas, serta tugas yang melekat yakni penegakan peraturan daerah dan keputusan Bupati serta Keputusan lain yang dihasilkan oleh pemerintah yang harus ditaati oleh semua pihak dengan kewenangan prosedural,” ungkap Wabup.
Wabup mengakui, tugas Pol PP sangat berat oleh karenanya dengan mengikuti Diklat dan dengan komitmen yang kuat, diharapkan semangat serta konsisten dalam melaksanakan tugas, personil Pol PP dengan tugas yang dipikul akan terasa ringan dan baik dilaksanakan.
Terkait, adanya informasi oknum Pol PP, beberapa waktu lalu melakukan pungutan dan meminta sejumlah uang dari oknum aparatur yang kebetulan di razia, Wabup berpesan kepada peserta Diklat, untuk tidak meniru dan melakoninya lagi. Dia mengingatkan, peraturan akan tetap ditegakkan kepada seluruh aparatur yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku, demikian halnya kepada pelaku yang dimaksud.
Kepada Nara sumber, Irwansyah berharap, agar narasumber dan pelatih dapat memberikan yang terbaik kepada peserta Diklat, sehingga apa yang diinginkan bisa dicapai dengan baik, dan kepada panitia dan peserta, Wabup juga berpesan untuk senantiasa bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh mengikuti pelatihan itu sehingga apa yang diinginkan dapat tercapai sesuai dengan program. (Robs)
Keterangan Foto: Peserta Diklat : Para peserta Diklat Pol PP yang terdiri dari personil Pol PP, baik ONS dan Banpol, pada pembukaan Diklat yang dibuka Wabup Dairi, Irwansyah Pasi, SH, Selasa, (22/11). Foto Dok SIRA Robinson Simbolon.

Sosialisasi Bahaya Terorisme Di Dairi

Wabup : “Terorisme Merupakan Ancaman Global Yang Terorganisir”
Sidikalang ,SIRA :
Untuk meningkatkan pengetahuan wawasan dan pemahaman masyarakat Dairi terhadap bahaya terorisme yang mencakup pengertian, ruang lingkup dan langkah-langkah konstruktif dalam mengantisipasi bahaya terorisme, Pemkab Dairi melaksanakan sosialisasi bahya terorisme dengan thema”Pentingnya Kewaspadaan Dini Masyarakat Untuk Mengantisipasi Bahaya Terorisme”, berlangsung di Bale Karina Sidikalang, Rabu (23/11).

Demikian disampaikan Ketua panitia sosialisasi, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Sitepu dalam laporannya pada acara sosialisasi bahaya terorisme yang dibuka resmi Wakil Bupati Dairi, Irwasyah Pasi serta diikuti seratusan peserta yang terdiri dari, Pelajar, tokoh masyarakat, tokoh Agama, Tokoh Pemuda, tokoh adat dan masyarakat lain.
Wakil Bupati dalam kata sambutannya mengingatkan bahwa, terorisme merupakan ancaman global yang terorganisir dengan baik dan militan yang tidak mengenal batas Negara, kekebalan diplomatik dan palang merah, serta tidak mempedulikan wanita maupun anak-anak, sehingga target sasaran merupakan sasaran strategis yang menimbulkan korban dalam jumlah besar dan fantastis sehingga menimbulkan rasa takut yang berlebihan di tengah masyarakat.
Pada acara sosialisasi yang menghadirkan 3 orang nara sumber yakni, BIN wilayah Sumut, Yusak Tarigan, Kasat Intel Polres Dairi, AKP Edy Irwanto, dan Pasintel Kodim 0206 Dairi, Kapt.Inf. NG Tarigan itu, Wabup Irwansyah yang juga Ketua Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Dairi berharap, agar melalui sosialisasi bahaya terorisme itu, seluruh peserta dapat memahami dan berkomitmen untuk ikut serta berperan dalam mewaspadai bahaya terorisme.
Diakuinya, situasi dan kondisi di Dairi terpantau aman dan kondusif, namun demikian Wabup mengajak masyarakat untuk tetap waspada dari ancaman, karena ancaman akan selalu mengintai dari berbagai arah dengan berbagai bentuk sehingga, melalui sosialisasi itu, seluruh peserta dapat memanfaatkannya dengan baik, untuk dapat mengenali deteksi dini ancaman terorisme yang menurutnya, karena efek kerusakan yang ditimbulkannya membawa dampak jangka panjang.(Robs)
Keterangan Foto : Sosialisasi Bahaya Narkoba : Wakil Bupati Dairi, Irwansyah Pasi, SH (no 2 dari kiri), didampingi tiga orang Narasumber, sedang memberi sambutan pada acara sosialisasi bahaya Teroris di Bale Karina Sidikalang, Rabu (23/11) .foto dok SIRA Robinson Simbolon

Anggota Pansus DPRD Humbahas Study Banding Ke RSUD Sidikalang

Sidikalang ,SIRA :
Sebanyak enam anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melakukan study banding ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Rabu (9/11).

Enam orang anggota DPRD Humbahas yang diterima Direktur RSUD Sidikalang, dr. Lomo Danie Sianturi litu, merupakan Tim Pansus Rumah Sakit umum Dolok Sanggul yang dipimpin Wakil ketua DPRD Humbahas yang juga koordinator Pansus, Pantas Purba didampingi Ketua Pansus, Pantas Manullang serta 4 orang anggota Pansus lainnya yakni, Janwar Lumbangaol, Manatar Manullang, Irwan Simamora, dan Candra Marulak.
Pada kunjungan Pansus DPRD Humbahas di RSUD Sidikalang itu, Ketua Tim Pansus, Pantas Manullang mengakui perbedaan RSUD Sidikalang yang dinilai jauh lebih bagus bila dibandingkan dengan yang ada di RSUD Dolok Sanggul yang memiliki kelas Rumah Sakit dengan type yang sama yakni type C.
“Setelah kita melakukan kunjungan dan mendapat penjelasan dari Direktur RSUD Sidikalang tentang Profil Rumah Sakit milik Pemkab Dairi ini, kita mengakui Manajemen dan pelayanan yang ada di Rumah Sakit Sidikalang ini, jauh lebih bagus bila dibandingkan dengan menejemen dan pelayanan RSUD Dolok Sanggul padahal, seperti kita ketahui ke-dua RSUD ini memiliki type yang sama yakni Type C”, ungkap Pantas kepada SIRA yang didukung anggota Pansus lainnya.
Menurut Pantas Purba, perbedaan yang menyolok diantara ke-dua rumah sakit type C itu yakni, RSUD Sidikalang yang memiliki visi menjadi rumah sakit terdepan di Sumate Utara itu, sudah menerapkan standard pelayanan dasar yang belum dimiliki RSUD Dolok Sanggul, dan empat spesial pelayanan yang ada di RSUD Sidikalang, sementara di Dolok Sanggul hanya ada dua, serta jumlah tempat tidur pasien yang jauh lebih banyak di RSUD Sidikalang.
Dikatakannya, sarana dan prasarana yang ada di RSUD Dolok Sanggul sudah memadai, namun diakui sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit pemerintah itu masih kurang bila dibandingkan dengan SDM yang ada di RSUD Sidikalang, baik dibidang Manajem en, tenaga medis, maupun di rekam medik.
Sementara itu, Direktur RSUD Sidikalang, didampingi KTU, Frisda Turnip Dan Kabid Keperawatan, Rosmaida Simamora kepada Batak Pos mengakui, masih banyak yang perlu dibenahi di RSUD Sidikalang untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pada pasien yang banyak berasal dari kabupaten tetangga seperti, Humbahas, Samosir dan Aceh Selatan. (Robs)

Sabtu, 26 November 2011

Dirut PDAM Tirta Nciho Dairi :Air Minum Merupakan Hak Setiap Orang

Sidikalang,SIRA :
Pembangunan sarana air minum perlu ditingkatkan hingga ke seluruh pelosok Dairi karena air minum merupakan hak stiap orang tanpa memandang status sosial.
Pernyataasn itu disampaikan Direktur Utama (Dirut), Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Nciho Kabupaten Dairi, Rafael Ginting pada SIRA di ruang kerjanya, Jumat (4/11), usai terpilih menjadi salah seorang pengurus DPD Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) DPD Sumatera Utara (Sumut) pada Musyawarah Perusahaan Air Minum Daerah (Mapamda) Sumut yang berlangsung di Siantar Hotel Pematang Siantar belum lama ini.

“PDAM Tirta Nciho memiliki komitmen untuk melakukan pelayanan air minum kepada seluruh lapisan masyarakat kabupaten Dairi hingga masyarakat paling bawah tanpa mnemandang status karena, Air Minum merupakan hak setiap orang, sesuai dengan program Dunia yakni Millenium Development Goals (MDGs) hingga tahun 2014, dan hal itu merupakan salah satu paparan yang saya sampaikan pada acara Mapamda yang diikuti 17 PDAM yang ada di Sumut”, ungkap Rafael
Rafael mengakui, pada acara Mapamda Sumut yang dibuka resmi Walikota Pematang Siantar, Hulman Sitorus dan juga dihadiri ketua DPP Perpamsi, DR.Ir. Syaiful DEA itu, tariff air minum PDAM Tirta Nchio Kabupaten Dairi adalah salahsatu tarif air minum paling rendah di seluruh Indonesia yakni, Rp.450 per meter kubik, namun demikian pihaknya tetap akan berupaya untuk melakukan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Dairi. (Robs)

Akibat Sering Banjir : Pedagang Pusat Pasar Sidikalang Mengeluh

Sidikalang,SIRA :
Akibat sering diserang banjir karena tidak ada saluran draniase, sejumlah pedagang Pusat Pasar Sidikalang mengeluh, terutama pedagang yang menempati Blok B, hingga mereka menuding pihak pengelola terkesan tutup mata.Keluhan itu disampaikan salah seorang pedagang sembako yang memiliki kios di Blok B, N. Br. Hutasoit kepada SIRA,“Apabila hujan lebat, seperti saat ini, kami sudah harus bersiap-siap untuk memindahkan barang dagangan untuk menghindari banjir sebab air akan masuk ke dalam kios, lumayan kalau banjir terjadi disiang hari, kita masih ada kesempatan untuk memindahkan barang dagangan, dan kalau hujan lebat tiba-tiba turun pada malam hari, basahlah semua barang-barang ini karena tidak ada yang memindahkan”, ungkap boru Hutasoit kesal. Kamis (3/11).
Hal senada juga disampaikan salah seorang pedagang tikar, R Br. Bintang, ibu yang satu ini mengeluh karena, selain banjir, kondisi atap bangunan persis diatas kios miliknya juga sudah lama bocor sehingga ia harus menggunakan tenda plastik layaknya seperti pedagang yang tinggal di luar bangunan.
Menurut mereka, banjir di bangunan kios blok B yang berada di bawah bangunan blok A itu terjadi akibat, tidak adanya saluran draniase yang permanent, dan yang ada hanya paret darurat yang sering tumpat.
Mereka juga mengakui kondisi itu sudah lama berlangsung yakni, sejak mereka menempati kios, dan mereka menilai pihak pengelola PD Pasar Sidikalang itu, terkesan tutup mata karena kondisi itu sudah sering disampaikan pedagang kepada pengelola pasar namun sepertinya pihak pengelola pasar tidak peduli dengan keluhan pedagang.
Saat SIRA mencoba menghubungi pihak Direksi di Kantor PD Pasar terkait dengan kelihan pedagang itu, salah seorang staf Direksi, boru Simanjuntak mengatakan, tiga orang Direksi PD Pasar Sidikalang itu tidak ada di tempat karena sedang berada di lapangan yakni Kecamatan Tigalingga. (Robs)
Keterangan Foto 1. Kondisi Banjir di bangunan kios Blok B Pusat Pasar Sidikalang, Kamis (3/11) Foto dok SIRA Robinson Simbolon
Foto 2. Bangunan megah Pusat Pasar Sidikalang namun kondisi kios Blok B yang berda di bagian belakang bangunan, sering mengalami banjir karena tidak ada saluran Draniase, Kamis (3/11) foto dok : SIRA Robinson Simbolon

Kasat Lantas Polres Dairi :Korban Laka Lamtas 39 Orang Meninggal, Dan Kerugian Materi 1,7 M

Sidikalang,SIRA :
Sejak bulan Januari hingga November 2011, sebanyak 39 orang korban meninggal, 51 orang mengalami luka berat dan 61 orang luka ringan, serta kerugian materi sekitar 1,7 milliar akibat kecelakaan lalulintas (laka lantas) yang terjadi di wailayah hukun Polres Dairi.

Hal itu disampaikan
Kapolres Dairi melalui Kasat Lantas, AKP Misahnan kepada SIRA di ruang kerjanya Mapolres Dairi, Selasa (8/11), “selama bulan Januari hingga November 2011, jumlah korban meninggal akibat laka lantas di wilayah hukum Polres Dairi sebanhyak 39 orang, sementara jumlah korban yang mengalami luka berat, 51 orang dan luka ringan 61 orang serta kerugian materi ditafsir Rp.1.737.600.000, dan secara umum kebanyakan dari korban meninggal adalah anak-anak muda akibat kecelakaan sepeda motor” ungkap Kasat.
Pada kesempatan itu, Misahnan yang juga mantan Kanit Patroli Poltabes Medan itu membandingkan jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas pada periode sebelumnya tahun 2010, yang menelan korban meninggal dunia sebanyak 31 orang dan korban laka yang mengalami luka berat, 59 orang, dan luka ringan 63 orang, sementara kerugian materi akibat ditafsir Rp.219.758.000.
Dikatakannya, dari sejumlah korban laka itu, pihaknya sering menemui pada saat kejadian si korban diketahui bau minuman keras (miras) yang diduga, sebelum kejadian sikorban sudah terlebih dahulu mengkonsumsi miras namun diakuinya, yang mengetahui pasti korban dalam keadaan mabuk atau tidak adalah pihak kesehatan atau medis, kata Misahnan.
Terkait dengan maraknya balap liar yang sering berlangsung pada malam hari di sepanjang jalan Sidikalang Medan (seputaran Stadion baru Sitinjo), yang menimbulkan keresahan warga Panji akibat suara knalpot bising dari Sepeda motor itu, Misahnan mengaku, pada setiap malam pihaknya telah melakukan patroli namun, para pembalap liar sepertinya sudah mengetahui kehadiran mereka di lokasi balap dan para pembalap liar yang kebanyakan dari anak-anak muda itu tidak melakukan lomba.
Mengingat banyaknya korban jiwa akibat Laka Lantas yang diduga akibat pengaruh miras dan balap liar itu, Misahnan menghimbau masyarakat Dairi untuk tidak mengemudikan kenderaan pada saat mengkonsumsi miras, dan kepada orangtua yang anaknya terlibat dalam kegiatan balap liar itu, untuk menasehati dan melakukan pengawasan terhadap anaknya masing-masing agar tidak menjadi korban laka lantas. (Robs)
Keterangan Foto : Kasat Lantas Polres Dairi, AKP Mishanan di ruang kerjanya, Selasa (8/11) foto dok : SIRA/Robinson Simbolon.

TOP-P2I Dairi Pertanyakan Kutipan Uang Dari Pesrta Prajabatan CPNS Tahun 2011

Sidikalang ,SIRA :
LSM Tim Operasional Pengawasan Pembangunan Pendidikan Indonesia ( TOP - P2I) Kabupaten Dairi mempertanyakan kutipan uang sebesasr 400 ribu rupiah dari masing-masing peserta pelatihan Prajabatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Dairi, penerimaan CPNS formasi 2009/2010, yang dilakukan pihak Badan Kepegawaian Dan Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Dairi, yang diduga timpang tindih dengan dana yang sudah dianggarkan pada P. APBD Dairi 2011, sekitar 255 juta rupiah.

Ketua LSM Top-P2I Kabupaten Dairi melalui Ketua Tim ivestigasi lembaga itu, J. Marbun LG mengungkapkan hali itu kepada SIRA di kantornya, jalan Nusantara Sidikalang, Kamis (17/11), “terkait dengan kutipan uang 400 ribu rupiah dari setiap peserta pelatihan Prajabatan CPNS Dairi untuk formasi 2009/2010, yang berjumlah 503 orang itu, kita menduga dana sebesar, Rp. 201.200.000 (400.000 X 503), timpang tindih dengan anggaran dana pelatihan yang ditampung di P.APBD Dairi sekitar 255 juta rupiah”, ungkap Marbun
Untuk menjawab SIRA, terkait dengan kutipan uang dari CPNS itu, Kepala BKPPD Dairi melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada kegiatan pelatihan Prajabatan CPNS Dairi yang berlangsung di Hotel Baristera Sidikalang pada akhir Januari 2011itu, Tiormin Manihuruk mengaku, dana dari peserta digunakan untuk keperluan, pembelian sejumlah Modul dari Lembaga Admistrasi Negara (LAN).
“Kita mengakui, melakukan kutipan 400 ribu rupiah dari masing-masing peserta pelatihan, namun itu kita gunakan untuk membeli sejumlah modul dari LAN, yang menjadi keperluan peserta pelatihan, sementara dana yang dianggarakan di P.APBD 2011, kita gunakan untuk dana penginapan dan makan peserta, dana ATK, honor sejumlah narasumber dari Diklat Provsu, honor Panitia serta biaya lainnya” jelas Tiormin.
Dikatakannya, pada tahun-tahun sebelumnya, waktu pelatihan prajabatan CPNS itu berlangsung selama 12 hari, namun waktu pelatihan prajabatan untuk CPNS formasi 2009/2010, berlangsung selama 17 hari yang dibagi atas 10 gelombang, yang dimualai pada akhir Januari dan berakhir pada Juli 2011. (Robs)
Keterangan Foto : Kantor BKPPD Kabupaten Dairi, Jalan Palapa Sidikalang, Kamis (17/11). Foto dok Robinson Simbolon.

Wabup Ajak :Masyarakat Ciptakan Dan Pelihara Lingkungan Hijau Dan Bersih

Sidikalang,SIRA :
Dengan bergotong royong, Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi mengajak masyarakat Dairi, khususnya masyarakat kota Sidikalang untuk menciptakan dan memelihara lingkungan yang hijau dan bersih.
Ajakan itu disampaikan Wabup pada Apel Siaga penanaman dan penyisipan pohon dan gotong royong kebersihan sekaligus dalam rangka penilaian Adipura yang diikuti PNS, TNI / Polri, PKK, Dharma wanita Persatuan, Ibu Bhayang kari, Persit Kartika Candra Kirana, dan organisasi kepemudaan yang ada di Dairi, Jumat (11/11).

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kegiatan yang sama yang pernah kita laksanakan belum lama ini, namun karena pohon yang kita tanam saat itu masih banyak yang kurang dan rusak maupun hilang, maka kegiatan ini kita laksanakan kembali yakni, untuk menanam dan menyisip pohon yang rusak dan hilang yang tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan bersih di kota Sidikalang dan untuk itu, melalui gotong royong jumat bersih, mari kita dukung program Pemerintah untuk menciptakan dan memelihara lingkungan yang hijau dan bersih di kota Sidikalang ”, ajak Wabup
Pada acara Apel siaga yang berlangsung di depan Kantor Bupati Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang itu, Wabup menyerahkan 2000 batang bibit pohon Termbesi yang diserahkan secara simbolis kepada peserta apel, untuk ditanam di sepanjang jalan kota Sidikalang. BIN

Kondsii Jalan Negara Sitinjo Sumbul Sangat Memprihatinkan

Sidikalang, SIRA :
Kondisi Jalan Negara Kecamatan Sitinjo menuju Kecamatan Sumbul yang juga satu-satunya jalan penghubung antara Kabupaten Dairi dengan Kabupaten Karo, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, terutama sepanjang jalan Jembatan Lae Renun hingga ke ibukota kecamatan Sumbul.

Kondisi itu membuat sejumlah supir angkutan umum jurusan Sidikalang – Medan maupun supir Truk barang yang melintas di daerah ini mengeluh, dan merasa dirugikan akibat konsdisi jalan yang hancur dan menurut mereka, disamping biaya perawatan kenderaan yang semakin meningkat, juga waktu tempuh Sidikalang- Medan bertambah.
“Akibat rusaknya jalan ini, biaya perawatan kenderaan semakin meningkat, terutama pada bagian kolong kenderaan karena banyaknya lobang, belum lagi masalah waktu, biasanya sebelum jalan ini rusak, waktu tempuh Sidikalang-Medan dapat kikta capai dengan waktu 3 Jam, namun dengan kondisi jalan seperti ini, kita paling cepat 4 jam atau 5 jam” ungkap salah seorang supir angkutan umum BTN, marga Tambunan kepada FIB di salah satu ruas jalan yang kondisinya cukup parah yakni, sekitar jembatan Lae Renun, Senin (14/11).
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Dairi, Togar Pasaribu, yang sering melintas di jalan Negara yang saat ini masih dalam tahap pekerjaan itu, “terutama di sepanjang jalan Sitinjo – Sumbul yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan itu, hendaknya pihak kontraktor jangan membiarkannya hingga berlarut-larut, terutama jalan sesudah jembatan Lae Renun hingga ke Sumbul, karena salah satu bahu jalan di daerah itu, sudah ada yang mengalami longsor akibat pekerjaan parit jalan yang sudah berbulan-bulan dihentikan, sehingga badan jalan semakin menyempit yang akhirnya dapat mengancam keselamatan pengandara yang melintas di jalan itu”, ujar Togar
Untuk itu Togar didampingi Mangasa Sinaga meminta perhatian serius dari pihak Balai Besar Pekerjaan Umum (PU) Sumut maupun dari pihak kontraktor yang melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan Negara itu, terutama pada ruas jalan antara Jembatan Lae Renun ke Sumbul, “kalau memang pekerjaan pembutan parit jalan itu tidak dikerjakan, batu ataupun tanah bekas korekan yang saat ini menumpuk disepanjang ruas jalan itu, hendaknya diangkut atau dipindahkan, agar badan jalan tidak semakin menyempit”,imbaunya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar PU Sumut melalui KTU nya, Erika Pangaribuan yang dihubungi SIRA melalui selulernya mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor yang menangani pekerjaan jalan Negara itu. (Robs)
Keterangan Foto . Longsor : Salah satu bahu jalan yang mengalami longsor akibat penyempitan jalan karena adanya pekerjaan galian Parit yang sudah berbulan-bulan terhenti, Senin (14/11)Robinson Simbolon

Jumat, 25 November 2011

Kostina Nainggolan Tewas Dibunuh Anak Kandungnya.

Sidikalang,SIRA :
Sekitar pukul 18.30 wib, masyarakat Huta Tingka Desa Panji Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi dihebohkan dengan tewasnya seorang janda tua, Kostina Br. Nainggolan (75), yang diduga dibunuh anak kandungnya sendiri, Japarlin Sihombing (32), Jumat (11/11).

Keterangan yang berhasil dihimpun SIRA dari sejumlah warga Dusun Huta Tingka Panji, korban Kostina ditemukan warga di teras rumahnya sendiri dengan keadaan tidak bernyawa serta berlumuran darah dan pada bagian leher korban ditemukan bekas tusukan benda tajam, dan oleh warga, korban Kostina yang memiliki 6 orang anak itu, segera diangkat ke dalam rumahnya dan warga yang melihat, segera melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian.
Personil Polres Dairi yang baru tiba di TKP, segera melakukan olah TKP dan mayat nenek yang naas itu, segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang untuk di visum.
Kapolres Dairi melalui Kasat Reskrim Polres Dairi, Demak Ompusunggu yang dihubungi di Batak Pos di ruang kerjanya, Mapolres Dairi, Sabtu (12/11) membenarkan kejadian tewasnya Kostina oleh anak kandungnya sendiri, Japarlin Sihombing, yang saat ini masih menjalani pemerikasaan di Mapolres Dairi.
Kepada SIRA Demak menjelaskan, “sesuai dengan hasil pemerikasaan, tersangka Japarlin yang juga anak kandung korban mengakui perbuatannya, tersangka menghabisi nyawa ibunya dengan menggunakan pisau dapur, dan masih keterangan tersangka, ia menghabisi nyawa ibunya karena, korban tidak memenuhi permintaanya ketika meminta uang sebanyak 2 ribu rupiah” jelas Demak.
Dikatakannya, “saat tersangka diperiksa Polisi, jawaban tersangka selalu berubah-ubah, termasuk nama dan marganya sendiri dan sesuai dengan keterangan dari sejumlah warga Huta Tingka, mereka mengakui, tersangka diduga memiliki kelainan jiwa (abnormal), namun untuk memastikannya, pihak kepolisian akan memeriksakan kesehatan tersangka ke pihak medis”, kata Demak. (Robs)
Keterangan Foto : Jalani pemeriksaan : Tersangka Japarlin Sihombing (32) warga Huta Tingka Sitinjo, yang diduga menghabisi nyawa korban, yang juga ibu kandungnya sendiri, Kostina br. Nainggolan (75) sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Dairi, Sabtu (12/11), Foto dok Robinson Simbolon.

Pemilik Lahan Ingatkan :PT. DPM Untuk Taat Putusan Mahkamah Agung

Sidikalang, SIRA :
Pemilik sebahagian lahan yang digunakan PT. Dairi Prima Mineral (DPM), termasuk lahan disekitar areal Ajing Hitam dan Base Camp Sumungun Kecamatan Silima punggapungga Kabupaten Dairi, yang diwakili, Kadir Boang Manalu dan Kandar Boangmanalu ingatkan, agar pihak DPM mentaati putusan Mahkamah Agung (MA), Selasa (15/11).

Sejalan dengan hal itu, Kadir Boangmanalu dkk mengimbau, agar pihak DPM menghentikan seluruh kegiatan pekerjaan di wilayah perkara yang menurtnya wilayah tersebut adalah bagian dari luas lahan yang tertera dalam putusan Pengadilan Negeri Sidikalang No.03/Pdt.G/2001 yang dikuatkan dengan, Putusan Pengadilan Tinggi-SU No.64/2003/PT-MDN, Putusan MA RI No.2294K/PDT/2007 dan Putusan MA RI, No.112/PK/PDT/2009 yakni, perkara PK Perdata antara PT. DPM melawan Iskandar Boangmanalu dkk.
Hal itu disampaikan Kadir Boangmanalu menjawab FIB, terkait dengan, pertemuan pihak keluarganya dengan pihak DPM yang dihadiri, Waka Polres Dairi, Kompol. Yafao Harefa, Muspika Silimapungapungga, Kades dan masyarakat Lokkotan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Silimapungapungga Parongil, Senin (14/11), belum lama ini.
litasi
Pada pertemuan yang difasiKades Longkotan, Patar Simbolon dan tokoh masyarakat Longkotan itu, berawal dengan ditutupnya akses jalan menuju lokasi eksplorasi PT. DPM oleh keluarga Kadir Boangmanalu dkk yang menuai protes baik dari pihak DPM sendiri maupun dari masyarakat Longkkotan yang merasa terganggu untuk melakukan aktivitasnya yakni, untuk mengangkut bahan logestik maupun kebutuhan eksplorasi yang menjadi penghasilan sehari-hari bagi masyarakat sekitar.
Terkait dengan permasalahan lahan yang menjadi sengketa itu, pemegang hak ulayat Sulang Silima Marga Cibro yang juga hadir pada pertemuan itu mengaku, benar menyerahkan tanah seluas 75 Ha kepada anak berunya ( anak permpuan-Red) marga Boangmanalu, namun hingga saat ini belum menghunjuk dimana lokasi lahan yang diserahkan.
Dipenghujung pertemuan, atas permintaan dari sejumlah pihak, diputuskan pihak keluarga Kadir Boangmanalu-dkk bersedia kembali untuk membuka akses jalan yang sebelumnya ditutup, menunggu pembicaraan lebih lanjut dengan pihak manejemen PT. Dairi Prima Mineral.R.Sagala/Robs
Keterangan Foto : Pertemuan Pemilik Lahan : Kadir Boang Manalu (berdiri) saat menyampaikan isi surat putusan Mahkamah Agung, pada pertemuan pemilik lahan dengan pihak DPM, Muspika Silimapunggapungga dan Kepala Desa serta masyarakat Desa Longkotan di Aula Kantor Camat Silimapunggapungga,Parongil Selasa (15/11).

Akibat Laka Lantas Marihot Sihombing Tewas Di Jalan Sidikalang – Medan Kecamatan Sitinjo

Sidikalang ,SIRA :
Kecelakaan lalu lintas (laka Lantas) di jalan Sidikalang – Medan Kecamatan Sitinjo Dairi yang terjadi sekitar pukul 16.30 wib mengakibatkan, Marihot Sihombing (61) warga Pancur Nauli Kecamatan Sitinjo tewas di TKP, sementara rekannya yang dibonceng, Paian Sihombing (52), warga yang sama, mengalami luka-luka dan dirawat di Pustu Sitinjo.

Informasi yang berhasil dihimpun SIRA dari sejumlah warga di TKP, peristiwa tabrakan yang terjadi di jalan lurus itu, korban Marihot Sihombing yang berboncengan dengan rekannya, Paian Sihombing, dengan mengenderai kenderaan roda dua jenis Bebek yang masih ber Plat toko itu, datang dari arah Simpang tiga, dan dari arah depan (dari Sidikalang), satu unit Mobil Kijang Krista warna biru no Pol. 1934 HW yang dikemudikan Andy (35) warga Tapak Tuan bersama istrinya, persis di depan Rumah Makan milik marga Sagala, tiba-tiba tabrakan terjadi hingga hingga korban bersama kenderaanya tercampak hingga 13 meter, sementara rekannya Paian (yang dibonceng) tertinggal di lokasi tabrakan.
Tidak lama kemudian petugas dari unit Laka Lantas Polres Dairi tiba di TKP, segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban Marihot Ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, sementara korban selamat, Paian Sihombing dilarikan ke Pustu Sitinjo yang tidak jauh dari TKP untuk mendapat perawatan.
Kasat Lantas Polres Dairi, melalui Kanit Laka, Maruli Tambunan kepada SIRA di lokasi tabarakan (TKP) membenarkan kejadian tabrakan itu, “guna penyelidikan selanjutnya, pengemudi bersama barang bukti, satu unit Mobil kijang Krista No.Pol 1934 HW, dan satu unit Sepeda Motor Honda yang masih menggunakan Plat Toko kita amankan di Polres Dairi” kata Maruli.
Sementara itu, salah seorang petugas IGD RSUD Sidikalang, dr. Br Simbolon kepada SIRA mengatakan, korban Marihot Sihombing tewas dengan luka robek pada bagian kepala sebelah kiri dan pendarahan pada kuping sebelah kanan serta luka lecet pada bagian kaki dan tangan. (Robs)
Keterangan Foto 1 : Korban Laka Lantas : Marihot Sihombing (61), warga Pancur Nauli Sitinjo berada di ruang mayat RSUD Sidikalang, Sabtu (19/11). Foto dok. SIRA Robinsion Simbolon
2 : Mobil Kijang jenis Krista BK 1934 HW yang dikemudikan Andy, warga Tapak Tuan NAD di TKP.

Kapolres Dairi Lepas Pesrta Pawai Keselamatan Lalin

Sidikalang ,SIRA :
Kapolres Dairi, AKBP Yustan Alpiani didampingi sejumlah unsur Muspida Dairi, melepas dua ratusan peserta pawai keselamatan / ketertiban berlalu lintas (safety riding), yang terdiri dari TNI/Polri, mahasiswa, pelajar, wartawan, pengemudi Betor, dan masyarakat Sidikalang, dengan mengenderai Sepeda Motor di sepanjang Jalan Protokol Sidikalanmg, Minggu (20/11).

Kegiatan itu merupakan program Mabes Polri yang dilaksanakan serentak oleh Polres seluruh Indonesia, yakni untuk menurunkan angka kecelakaan Lalu lintas yang dinilai menjadi penyebab angka kematian lebih besar, bila dibandingkan dengan kematian anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas.
Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas jauh lebih besar, bila dibandingkan dengan kematian anggota kepolisian yang sedang melaksanakan tugas, setiap bulannya, ribuan masyarakat Indonesia meninggal dunia, akibat kecelakaan Lalulintas, oleh sebab itu, melalui sosialisasi keselamatan pawai keselamatan berlalu lintas yang dogelar serentak diseluruh Indonesia, diharapkan dapat menekan atau menurunkan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas”, harap Yustan, sebelum melepas peserta pawai sepeda motor dan Betor di halaman Mapolre Dairi.
Yustan yang juga didampingi, Kasat Lantas, AKP. Mishanan mengingatkan, “setiap harinya, 60 persen kehidupan kita berada di jalan raya yang penuh dengan ancaman yakni, saat berangkat maupun pulang kerja, sehingga kalau kita tidak berhati-hati dalam berkendara, nyawa kita akan terancam, oleh sebab itu, terutama bagi pengguna Sepeda motor hendaknya mematuhi seluruh peraturan Lalin dan menggunakan seluruh perlengkapan keselamatan (Safety riding) seperti Helem pengaman, menghidupkan lampu utama pada siang hari yakni untuk menghindari atau meminimalisir resiko kecelakaan yang setiap hari kita hadapi”pinta Yustan.
Pada penghujung acara Safety Riding, Kapolres Dairi memberikan SIM gratis kepada sejumlah personil TNI – AD yang didampingi Dan Ramil Kota Sidikalang, Kapt.INF. Aman Simbolon,serta memberikan sejumlah Doorprize berupa Helm standard kepada peserta pawai yang beruntung. (Robs)
Keterangan Foto :Lepas peserta Pawai :Kapolres Dairi, AKBP Yustan Alpiani didampingi Ketua Pengadilan Negeri Sidikalang, melepas peserta Pawai keselamatan berlalu lintas di halaman Mapolres Dairi, Minggu (20/11) .foto dok. Robinson Simbolon.

Siswa SD Lau Mil Mengaku Tidak Pernah Menyentuh Komputer

Sidikalang,SIRA :
“Jangankan menggunakan, menyentuh komputerpun kita tidak pernah apalagi yang namanya Internet, kita sama sekali tidak mengetahui apa kegunaanya, bahkan sebahagian rekan-rekan masih ada yang belum pernah melihat computer khususnya adik kelas satu”

Demikian pengakuan polos salah seorang siswa kelas lima SD.030311 Lau Mil, Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi, Binsar Hutagalung kepada Batak Pos usai melakukan praktek langsung menggunakan Internet yang dilayani sejumlah petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Dairi, yang melibatkan dua unit Mobil layanan Internet, di lapangan SD 030311 Desa Lau Mil, Sabtu (19/11).
“Dengan kehadiran Mobil internet disekolah kami ini, kami merasa bangga karena dapat mengetahui dan bahkan menggunakan internet yang sebelumnya, kami belum pernah mengetahui atau mengenal yang namanya Internet, jangankan internet komputerpun belum pernah kami sentuh, dan bahkan adik-adik kelas satu masih banyak yang belum pernah melihat computer”, ungkap Binsar polos seraya berharap agar setiap hari mobil layanan internet yang memiliki motto”Jangan Biarkan Yang Terpencil Semakin Terpencil”itu, berada di sekolahnya
Salah seorang tim pengajar dari Dishubkominfo Dairi, H br. Lumbangaol kepada Batak Pos mengaku, kesulitan untuk mengajari Internet para siswa SD yang menurutnya sama sekali masih belum pernah belajar maupun mengenal computer, namun demikian pihaknya selalu sabar dan semaksimal mungkin untuk mengajari siswa minimal untuk mengenal dan sekaligus untuk mengetahui dasar-dasar belajar menggunakan Internet.
“Kita sangat kesulitan dalam memandu siswa untuk menggunakan Internet, karena memang mereka samasekali belum pernah belajar computer, jangankan untuk menggunakan internet, untuk menggunakan pengarah (mouse) computer sajapun siswa sudah sangat kesulitan, namun demikian kita tetap akan maksimal untuk mengajari mereka, minimal untuk dapat mengetahui dasar-dasar pelajaran untuk menggunakan internet”, ungkap boru Lumbangaol.
Sementara itu, Kadishubkominfo Dairi, Wesly Manullang yang turut mendampingi stafnya melakukan pelayanan Internet itu menjelaskan, kehadiran dua unit mobil layanan internet di sekolah Dasar Lau Mil itu, merupakan bagian dari Tim Kunker gabungan Pemkab Dairi dua selama hari di dua Desa yakni Desa Sumbul Tengah dan Desa Lau Mil Kecamatan Tigalingga.
Kehadiran dua unit mobil internet di sekolah ini, merupakan bagian dari Tim kunjungan kerja (Kunker) gabungan Pemkab Dairi yang dipimpin, KRA. Johnny Sitohang di dua Desa, namun demikian ke depan, kita akan melakukan kunjungan rutin ke sekolah-sekolah yang ada di Dairi untuk dapat menikmati layanan internet melalui mobil internet bantuan dari Menkominfo RI ini”, jelas Wesly.
Untuk itu, Wesly Manullang mengimbau agar, masing-masing pihak sekolah membuat penjadwalan, kapan mereka memiliki waktu untuk belajar internet melalui layanan fasilitas Mobil Internet yang dikelola Dishubkominfo itu.(Robs)
Keterangan Foto : Belajar Internet: Salahseorang Petugas Dishubkominfo Dairi, H Br. Lumbangaol sedang memandu siswa SD.030311 Laumil Kecamatan Tigalingga, untuk menggunakan Internet dengan menggunakan fasilitas mobil Internet, Sabtu (19/11) . Foto Dok. Robinson Simbolon

Ridwansyah Harahap Warga Tanah Karo Tewas Tabrakan Di Sitinjo

  1. Sidikalang, SIRA :
  2. Jalan lintas Sidikalang – Medan Sitinjo Kabupaten Dairi, sekitar pukul 10.30 wib, Minggu (20/11), kembali menelan korban jiwa, Ridwasyah Harahap (24) warga Tanah Karo yang mengenderai Sepeda Motor Yamaha Jupiter BK 2012 SM yang bertabrakan dengan Mini Bus angkutan umum PAS Transport jurusan Sidikalang – Medan no pol. BB1273YB yang dikemudikan Juni Siringoringo (26).

  3. Pada hal, sehari sebelumnya, Sabtu (19/11) tidak jauh dari TKP, juga telah terjadi laka lantas yang merenggut nyawa pengemudi Sepeda motor, Marihot Sihombing (61) bersama rekannya yang mengalami luka-luka Paian Sihombing (52) warga Pansur Nauli Sitinjo.
    Menurut keterangan dari sejumlah warga di TKP, yakni sebelum Jembatan Laerenun yang berdekatan dengan salah satu Tangkahan galian C Desa Sitinjo itu, korban Ridwansyah datang dari arah Sumbul, sementara mobil angkutan umum PAS Transport yang dikemudikan Juni datang dari arah Sidikalang, dan hendak mendahului satu unit mobil mini bus jenis Toyota Kijang, tanpa memperhatikan sepeda motor yang dikemudikan korban Ridwansyah, sehingga tabrakan tidak dapat dielakkan.
    Petugas unit Laka Lantas Polres Dairi yang tiba di TKP segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban Ridwansyah yang tewas di tempat itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang untuk divisum, dan pengemudi Jumi serta mobil penumpang PAS Transport dan sepeda motor korban diamankan ke Mapolres Dairi.
    Kasat Lantas Polres Dairi, melalui Kanit Laka, Maruli Tambunan kepada SIRA di Mapolres Dairi, Senin (21/11) membenarkan kejadian itu laka lantas yang merenggut nyawa korban Ridwnsyah warga gang Kasito Desa Lau Cimbah Kabanjahe Tanah Karo itu. (Robs)
    Keterangan Foto : Korban laka lantas, Ridwansyah Harahap di TKP, sebelum dievakuasi ke RSUD Sidikalang, Minggu (20/11) foto dok Polres Dairi.

Diduga Lakukan Penyelewengan :

Kades Sosor Lontung Dilapor Warganya Ke Polisi
Sidikalang, SIRA :
Diduga telah melakukan penyelewengan dalam menjalankan roda pemerintahan Desanya, oknum Kepala Desa (Kades) Amborgang Sosor Lontung Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi, SS dilaporkan puluhan orang warganya ke Polres Dairi.

Laporan itu disampaikan berbentuk laporan tertulis yang ditandatangani sekitar 25 kepala keluarga (KK) warga yang diperwakilkan kepada salah seorang warganya, Kamman Manullang (52), yang menuding Kadesnya SS, telah melakukan sejumlah tindakan hingga mersahkan warga Sososr Lontung.
Hal itu disampaikan Kamman Manullang kepada SIRA di Mapolres Dairi usai mempertanyakan, sejauh mana pihak Polisi menindaklanjuti laporan warga terkait dengan sejumlah tindakan oknum SS yakni, Ada dugaan kutipan 20 ribu rupiah dari setiap warga yang menerima Tabung LPG 3 kg, mempersulit warga yang mengurus KTP dan surat-surat lain karena SS jarang berada di rumah, harga Raskin yang dijual diatas HET, dan penggunaan ADD yang tidak pernah melakukan koordinasi dengan warga.
“Tujuan saya kemari, hanya untuk mengetahui sejauh mana pihak Polisi telah menindak lanjuti laporan pengaduan yang kami serahkan secara tertulis pada Kamis yang lalu (17/11) yakni, sejumlah penyelewengan yang dilakukan oknum Kades SS hingga meresahkan kami warga Desa Sosor Lontung”, ungkap Kamman seraya menunjukkan laporan tertulis yang ditujukan kepada Kapolres Dairi, dengan tembusan Camat Siempatnempu, Kapolsek Bunturaja, DPRD Dairi, dan Kajari Sidikalang, Senin (21/11).
Kamman mengakui, dirinya sudah pernah diundang oleh pihak Polsek Bunturaja terkait dengan laporan masyarakat itu, namun karena desakan dari sejumlah warga yang menginginkan laporan mereka secepatnya diselesaikan oleh pihak kepolisian, ia terpaksa kembali mempertanyakan hal itu ke pihak Polres Dairi.
Sementara itu, Kapolsek Bunturaja, AKP Hasian Panggabean yang dihubungi SIRA melalui selulernya mengaku telah mengundang pelapor ke Polsek Bunturaja, guna penyelidikan laporan warga karena menurutnya, tujuan laporan warga adalah Polres Dairi, sementara surat yang diterima polsek Bunturaja merupakan tembusan. (Robs)
Keterangan Foto : Warga Desa Sosor Lontung Kecamatan Siempatnempu, Kamman Manullang sedang menjelaskan, warga yang melaporkan Kades SS ke Polres Dairi, di Mapolres Dairi, Senin (21/11). Foto dok : Robinson Simbolon.

Rabu, 02 November 2011

Lakukan Pencemaran Nama Baik Melalui SMS

Kepala Inspektorat Dairi Melaporkan Salah Seorang Stafnya Ke Polisi
Sidikalang,SIRA :
Merasa nama baiknya telah dicemarkan melalui pesan singkat (sms), kepala Inspektorat Kabupaten Dairi, Edward Hutabarat melaporkan salah seorang stafnya, HS (56) ke Polres Dairi.

Edward menerima pesan singkat yang menurutnya telah menncemarkan nama baiknya, diduga dilakukan salah seorang stafnya pada hari Minggu (16/10), dan setelah ditunggu hingga dua hari tidak ada permintaan maaf dari tersangka, akhirnya Edward yang juga mantan Kabag Hukum Pemkab Dairi itu, melaporkan kejadian itu ke Mapolres Dairi, Selasa (18/10).
Hal itu disampikan Edward Hutabarat kepada SIRA di Mapolres Dairi, usai memberikan keterangan kepada Juru periksa Polres Dairi, Brigadir Johan Banurea, yang menangani kasus pencemaran nama baik itu, Rabu (2/11), “setelah kita tunggu-tunggu hingga dua hari, tidak ada permintaan maaf dari pengirim SMS itu, akhirnya pada hari selasa (18/10), kita melaporkannya ke pihak Polres Dairi”ungkap Edward seraya menandatangani berkas berita acara pemeriksaan keterangan yang disampaikannya ke pihak penyidik.


Selasa, 01 November 2011

Masyarakat Desa Alur Subur Datangi DPRD Dairi

                                                                                     Sidkalang,SIRA :
Belas orang masyarakat yang mewakili seluruh masyarakat Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Dairi, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Senin (30/10).

Maksud kedatangan mereka ke gedung dewan itu adalah untuk menyampaikan sejumlah keluhan terkait dengan pembangunan jembatan Dusun Simpang Aman yang dikerjakan pihak rekanan CV.Aek Lung karena, pihak rekanan membongkar jembatan lama tanpa membangun jembatan darurat atau temporer dan tanpa melakukan pemberitahuan kepada warga sehingga, warga Desa Alur Subur merasa sangat dirugikan karena, harga kebutuhan pokok di Desa itu semakin tinggi, sementara harga jual hasil pertanian warga semakin merosot akibat Desa mereka tidak dapat dilalui kenderaan Roda empat.
Keluhan itu disampaikan juru bicara warga Alur Subur, Bonitra Sinulingga dan P. Tumanggor kepada sejumlah anggota DPRD Dairi yang menerima kedatangan warga diantaranya, Wakil Ketua DPRD Dairi, Suparto Gultom, Dahlan Sianturi, Martua Anahampun, dan Ketua Komisi B DPRD Dairi, Saut Martua Ujung, di Ruang Rapat Komisi B DPRD Dairi, Senin (31/10).
Pada Pertemuan yang juga dihadiri Camat Tanah Pinem, Tambar Malem Barus, Kasat Intel Polres Dairi, Edy Irwanto dan Kasat Bimas, P. Pardede itu, Suparto Gultom spontan mengundang da mendatangkan Kadis Bina Mrga Dairi, Binsar Barasa yakni untuk menjawab keluhan masyarakat terkait dengan pembangunan Jembatan yang tidak memiliki jembatan temporer itu.
Untuk menjawab keluhan warga yang merasa dirugikan itu, Binsar Barasa mengakui bahwa pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Jembatan itu, tidak ada biaya untuk pembuatan Jembatan temporer yang dapat dilalui kenderaan roda empat, dan yang ada hanya pembuatan jembatan darurat untuk kenderaan roda dua seperti yang ada saat ini, namun pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak rekanan.
Dikatakannya, untuk membuat Jembatan sementara yang dapat dilalui kenderaan roda empat, sesuai dengan kondisi lokasi prmbangunan jembatan yang berada di daerah terjal itu, pihaknya memerlukan biaya sedikitnya 100 juta rupiah yang menurutnya, dengan biaya sebesar itu, lebih bagus digunakan untuk bangunan lainnya. Ketika SIRA mempertanyakan kepada Direktur CV.Aeklung Tasik Silaban di kantor PU Binamarga 1/11-2011 menyebutkan,tidak mungkin saya buat jalan artenatif sebab dana pembuatan jalan alternatif itu biayanya ratusan juta rupiah sebutnya sambil meninggilkan wartawan SIRA dengan menaiki mobil pribadinya merek KijangInova.(robs/SR-01). 
Keterangan Foto : Sampikan keluhan ;perwakilan masyarakt Desa Alur Subur kepada anggota DPRD Dairi terkait permasalahan pembangunan jembatan temporer/darurat di ruang rapat Komisi B. (Foto. dok.SIRA / Robinson Simbolon)

Satpol PP Dairi Lakukan Penyuluhan Pencegahan Narkotika Terhadap Seribu Orang

Sidikalang,SIRA :
Dalam 10 hari, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Dairi melakukan penyuluhan pencegahan peredaran dan penggunaan Narkotika terhadap seribu orang warga, terutama siswa SMP dan SMA yang ada di 10 Kecamatan.

Hal itu disampaikan Kasat Pol PP Dairi, Erwin Sihotang kepada SIRA di halaman Kantor Pol PP Sidikalang, saat mengadakan pembinaan terhadap sejumlah siswa yang terjaring di sejumlah warnet dan Billyard, pada saat jam sekolah, Selasa (1/11).
Dikatakannya, pada kegiatan penyluhan Narkotika yang dilaksanakan dua gelombang yang berlangsung sejak 3 hingga 29 Oktober itu, pihaknya melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak yakni, Sat Narkoba Polres Dairi yang sekaligus menjadi naraumber pada kegiatan, pihak Kecamatan, sekolah ,masyarakat yang ada di kecamatan.
“Pada kegiatan penyuluhan pencegahan peredaran dan penggunaan Narkotika yang kita laksanakan di Kantor Camat maupun Gereja itu, kita melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak seperti, Sat Narkoba Polres Dairi, pihak kecamatan, sekolah dan tokoh masyarakat, sementara yang menjadi peserta penyuluhan terdiri dari siswa dan Guru, Perangkat Desa dan unsur pemuda serta Karang Taruna”kata Erwin.
Melalui kegiatan penyuluhan itu, Erwin berharap, masyarakat Kabupaten Dairi terutama generasi muda semakin sadar tentang bahaya penggunaan Narkoba dan ancaman hukuman terhadap pengedar, maupun yang menggunakan Narkotika itu. BIN
Keterangan Foto : Pembinaan : Kasat Pol PP Pemkab Dairi, Erwin Sihotang sedang melakukan pembinaan terhadap sejumlah siswa SMA yang terjaring dari sejumlah Warnet dan lokasi Billyard pada jan sekolah, Selasa (1/11) foto dok SIRA Robinson Simbolon.

Senin, 31 Oktober 2011

Masyarakat Soroti Proyek Pengaspalan Jalan Tidak Miliki Plank Proyek

:Sidikalan,SIRA :
Masyarakat Desa Rante Besi Kecamatan Gunung Sitember Kabupaten Dairi, menyoroti pekerjaan proyek pengaspalan Jalan Rante Besi – Tapin Kuda Gunung Sitember yang tidak memiliki Plank proyek.
Sorotan itu disampaikan warga Rante Besi melalui salah seorang tokoh masyarakat, Kongres Sembiring (61), kepada 3 orang anggota DPRD Dairi asal Dapil IV, Martua Anahampun, Natademo Bangun dan Rasiden Manik yang melakukan Reses di Desa Rante Besi, saat acara Tanya jawab anggota DPRD Dairi dengan masyarakat Desa Rante Besi,  (30/10).
“Melihat pekerjaan proyek pengaspalan jalan Rante Besi – Tapin Kuda yang kami nilai asal jadi, kami masyarakat Rante Besi merasa bingung dan heran sebab, sejak pekerjaan itu dimulai hingga pekerjaannya sudah hampir rampung, kami tidak ada melihat ada Plank proyek, sehingga kita tidak mengetahui berapa dana, siapa pelaksana dan kapn selesai kegiatan itu, bagaimana kita masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap proyek yang ka`mi duga proyek siluman itu”, Tanya Kongres.
Selain itu, pada acara Tanya jawab yang berlangsung di Los Arih Ersada Rante Besi yang juga dihadiri Kades Rante Besi, Jusmin Ginting itu, warga juga menyampaikan rasa kecewanya terhadap Bupati Dairi, KRA Johnny Sitohang terkait dengan adanya pinjaman lunak tanpa agunan dari Bank Sumut yang diimin-imingkan Bupati pada saat kegiatan Kunker namun hinga saat ini, tidak satupun dari kelompok tani yang ada di Desa itu yang sudah menerima padahal, seluruh persyaratan sudah dipenuhi.
Untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan warga terkait dengan proyek jalan yang tidak memiliki plank proyek itu, anggota DPRD Dairi melalui Martua Anahampun mengajak masyarakat untuk menutup pekerjaan itu sebab menurutnya, seluruh pekerjaan proyek harus transparan untuk diketahui masyarakat.
“Apabila ada ditemui pekerjaan proyek tanpa plank proyek, silahkan masyarakat menutup pekerjaan itu sebab, pekerjaan proyek terutama proyek infrastruktur seperti pekerjaan jalan, apapun pembangunan di Desa kita ini, masyarakat berhak untuk mengetahuinya yakni, untuk dapat melakukan pengawasan terhadap pekerjaan itu karena, apabila pekerjan itu asal jadi, yang dirugikan adalah masyarakat”, tegas Martua yang didukung dua orang rekannya, Rasiden dan Natademo.
Sebelumnya, Martua Anahampun kepada dua ratusan orang warga Rante Besi itu memaparkan, maksud kunjungan anggota dewan itu ke desa Rante Besi yakni untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat, untuk dapat diperjuangkan pada paripurna DPRD Dairi. BIN
Keterangan Foto 1. : Proyek tanpa Plank: Proyek pengaspalan jalan Rante Besi - Tapin Kuda kecamatan Gunung Sitember tanpa Plank proyek yang dinilai warga asal jadi, Minggu (30/10), Foto dok. SIRA Robinson Simbolon.
Keterangan Foto 2 : Resas DPRD Dairi : Angota DPRD Dairi, Martua Anahampun sedang melakukan dialog dengan sejumlah masyarakat Desa Rante Besi yang berlangsung di Los Sada Arih Rante Besi, Minggu (30/10).

Sabtu, 29 Oktober 2011

Kawasan Hutan Register Kabupaten Dairi Semakin Kritis

Kadishut Dairi : “Dana Pengawasan Dan Perlindungan Hutan Dairi Nol”
Sidikalang,SIRA :
Pada saat Pemerintah RI dan bahkan Dunia sedang menggalakkan Program Pelestarian hutan yakni, untuk mencegah pemanasan Global, namun tidak demikian dengan Pemerintah Kabupaten Dairi yang saat ini dibawah kepemimpinan Bupati Dairi, KRA Johnny Sitohang yang dinilai sejumlah pihak kurang memberikan perhatian terhadap pelestarian Hutan Dairi.

Pasalnya, saat ini kawasan hutan register yang ada di kawasan Kabupaten Dairi sudah semakin kritis akibat dirambah oknum - oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penebangan liar namun hingga sasat ini, belum ada upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Dairi untuk melakukan perlindungan terhadap hutan Dairi yang juga salah satu bagian dari paru-paru Dunia itu.
Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Investigasi Penyelamatan Asset Negara (LSM – BBH Lipan RI) Kabupaten Dairi, Kamiluddin Maha. BBA kepada SIRA usai melakukan investigasi ke sejumlah hutan register yang ada di wilayah Dairi yakni untuk menindaklanjuti laporan dari sejumlah masyarakat Dairi yang tinggal berdekatan dengan kawasan Hutan yang sering mendengar suara mesin potong jenis Sen saw di kawasan hutan itu, Rabu (27/10).
Saat dihubungi SIRA di ruang kerjanya, di Kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Dairi, Kadis Kehutanan Dairi, Agus Bukka mengakui, dana pengamanan dan perlindungan hutan di instansi yang dipimpinnya itu tidak ada ditampung atau Nol, sehingga pihaknya tidak dapat berbuat banyak untuk melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap hutan Dairi itu, Rabu (27/10).
“Untuk melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap kawasan hutan register yang ada di wilayah Dairi ini, kita tidak dapat berbuat banyak, karena memang khususnya pada tahun anggaran 2011, kita tidak memliki dana untuk itu, yang jelas dana untuk pengawasan dan perlindungan hutan tahun 2011 Nol, namun kita tetap berupaya untuk melakukan pengawasan terhadap kerusakan hutan Dairi walaupun tidak optimal, kita mentok didana” ujar Agus.
Agus juga mengakui, sesuai dengan PP.38/2007 tentang ikut sertanya Pemerintah daerah dalam pengurusan hutan, dengan tupoksi Dinas kehutanan daerah adalah, melakukan pengamanan hutan dan Reboisasi namun, karena keterbatasan Dana, pihaknya tidak dapat berbuat banyak oleh sebab itu, Agus mengajak seluruh stock holder yang ada di Dairi untuk bergandengan tangan secara bersama-sama untuk melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap kawasan hutan register itu karena menurutnya, pengamanan hutan merupakan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat. BIN
Keteranagan Foto : Salahsatu kawasan Hutan yang semakin kritis akibat perambahan liar yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, Foto Kawasan Hutan Sicike-cike Kecamatan Parbuluan Dairi. (Foto dok,SIRA Robinson Simbolon.)

Kamis, 27 Oktober 2011

Kondisi Jalan Di Kota SIdikalang Memprihatinkan Pemkab Dairi Terkesan Tutup Mata Dan Tidak Peduli

Sidikalang ,SIRA :
Kondisi jalan di kota Sidikalang yang merupakan wajah dari Kabupaten Dairi, saat ini sangat memprihatinkan karena, kondisi aspalnya kupak kapik dan berlobang hingga terkesan jorok, dan hingga saat ini belum ada upaya dari pemerintah Kabupaten Dairi untuk membenahinya.

Salah satu jalan kota yang kondisinya cukup parah adalah Jalan Dairi yang tidak jauh dari Pusat Pasar Sidikalang, aspal jalan kupak kapik dan bahkan disejumlah tempat sudah berlobang hingga terkesan sangat jorok karena memang dibagian jalan yang berlobang dipenuhi sampah sayuran dan buah-buahan yang busuk atau tidak laku dijual oleh para pedagang terutama pada hari pekan Rabu dan Sabtu.
Selain jalan Dairi, jalan kota yang kondisinya hampir sama parahnya adalah, jalan Kemiri, jalan Gereja, FL. Tobing, Sudirman, jalan Pakpak, Trikora, Klasen, Sekolah dan bahkan jalan Mesjid Agung Sidikalang persis di samping Kantor Bupati Dairi, yang sehari- hari dilalui para pejabat Kabupaten Dairi.
Menurut informasi dari sejumlah masyarakat kota Sidikalang, keadaan ini sudah lama berlangsung, dan bahkan sebagian besar masyarakat menilai, Pemerintah Kabupaten Dairi terkesan tutup mata dan tidak peduli dengan kondisi jalan kota Sidikalang yang saat ini cukup parah.
“Melihat kondisi jalan kota Sidikalang yang saat ini cukup parah dan belum ada upaya dari Pemerintah untuk membenahinya, dalam hal ini saya menilai Pemkab Dairi terkesan tutup mata dan tidak peduli dengan kondisi ini, menurut saya, ini bisa terjadi karena ketidak profesinalan Dinas Pekerjaan Umum dalam melakukan pengawasan saat pelaksanaan proyek pembangunan jalan ini, hingga mutu jalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan”ungkap ketua LSM-BBH Lembaga Investigasi Penyelamatan Asset Negara (LIPAN-RI) Kabupaten Dairi, Kamiluddin Maha kepada Batak Pos di Jalan Dairi Sidikalang, Sabtu (15/10).
Di tempat terpisah, depan Kantor Bupati Sidikalang, mantan anggota DPRD Dairi yang peduli dengan pembangunan Dairi, Pasiona Sihombing kepada Batak Pos juga menyoroti kerusakan jalan dan tidak berfungsinya sejumlah lampu jalan di kota Sidikalang yang menurutnya menjadi wajah dari kota Sidikalang itu.
“Terkait dengan kondisi jalan dan sejumlah lampu jalan yang saat ini banyak yang tidak berfungsi, saya menilai Pemkab Dairi sepertinya tidak peduli dengan kondisi ini, sebab setiap tahunnya dana perawatan jalan ada ditampung di APBD, termasuk pemeliharaan lampu jalan yang setiap bulannya ditagih dari pelanggan, dikemanakan dana itu, kalau kondisi jalan kita seperti ini, kapan kita dapat meraih Adipura ?” tanya Pasiona kesal.
Dikatakannya, kalau Pemerintah Kabupaten Dairi sesuai dengan Mottonya, Bekerja Untuk Rakyat, seharusnya pemerintah juga memikirkan kondisi jalan yang juga merupakan fasilitas umum yang digunakan seluruh masyarakat Dairi, “bekerja untuk rakyat itu, bukan hanya melakukan kunjungan kerja ke desa-desa, tetapi juga harus memikirkan kondisi jalan kota Sidikalang yang saat ini sangat memprihatinkan, yang dapat menghalangi masuknya investor ke Kabupaten Dairi”kata Pasiona.(robs)

Tidak Sesuai Spesifikasi Barang

PPK Distan Dairi Kembalikan 15 Ton Pupuk Kandang
Sidikalang ,SIRA :
Karena tidak sesuai dengan spesifikasi barang yang diserahkan pihak rekanan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian (Distan) Dairi, Theresia Panggabean kembalikan atau dengan tegas menolak menerima 15 ton pupuk kandang yang diserahkan pihak rekanan pemenang pekerjaan proyek pengadaan 138 ton pupuk kandang yang akan diserahkan kepada sejumlah kelompok tani Kabupaten Dairi, Selasa (18/10).

Penolakan itu dilakukan ketika PPK dan pihak rekanan UD. Nasional hendak melakukan serah terima barang yakni satu Truk (15 ton) pupuk kandang asal Medan, di depan Kantor Distan Dairi, jalan Pahlawan Sidikalang.
Terkait dengan penolakan 15 ton pupuk kandang yang diserahkan pihak rekanan itu, PPK pada proyek pengadaan pupuk kandang itu, Theresia Panggabean yang juga Kabid Tanaman Pangan Distan Dairi, mengatakan, pihaknya menolak menerima karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada pada kontrak kerja yakni, kandungan kompos dari pupuk kandang hampir tidak ada, bahkan sudah menyerupai tanah sehingga tidak layak untuk disalurkan kepada kelompok tani.
“Kita menolak menerima pupuk kandang itu karena, setelah kita melakukan penelitian terhadap pupuk kandang yang diserahkan pihak rekanan, diketahui tidak sesuai dengan spesifikasi barang sebab, kandungan kompos pada pupuk kandang itu sangat berkurang dan hampir sudah tidak ada” tegas Taheresia yang mendapat pujian dari sejumlah wartawan yang turut menyaksikan penolakan itu. (robs)

Pengaspalan Jalan Perumnas Simbara Permai Dinilai Asal Jadi

Sidikalang ,SIRA :
Masyarakat Perumnas Simbara Permai Sidikalang sangat menyayangkan pekerjaan pengaspalan jalan yang dilaksanakan rekanan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Dairi yang dinilai asal jadi.
Pasalnya, saat pekerjaan pengaspalan (Lapen) selesai dikerjakan, permukaan jalan terlihat rata namun setelah hujan turun dan pasir yang menutup jalan terbawa air hujan, sejumlah batu kerikil mulai muncul dan tidak mengikat dengan aspal sehingga kekuatannya sangat disangsikan.

“Ini baru kemarin selesai diaspal dan kita lihat hasilnya cukup bagus, tapi pagi ini saya bingung, setelah pasir penutup aspal terbawa air hujan yah seperti inilah” ungkap salah seorang supir angkot trayek 34 jurusan Kota-Perumnas seraya menghunjuk sejumlah batu kerikil yang tidak menyatu dengan aspal jalan yang baru selesai dikerjakan itu.
Hal senada juga disampaikan salah seorang warga Perumnas lainya, Simbolon yang sejak awal pekerjaan selalu memperhatikan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan menuju Perumnas yang dihuni sekitar 600 kepala keluarga itu. “melihat kondisi atau mutu pengaspalan jalan seperti ini, saya tidak yakin aspalnya akan dapat bertahan 2 atau 3 bulan, masak baru kemarin selesai diaspal, sekarang sudah hancur”,ungkap Simbolon kepada Batak Pos, disalahsatu lokasi jalan Perumnas yang baru selesai dikerjakan itu, Kamis (20/10).
Saat dihubungi Batak Pos melalui ponselnya, Kabid Pengelolaan Lingkungan dan Perumahan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Dairi, K. Sitorus tidak berhasil karena berulang kali dihubungi pejabat yang menangani pemeliharaan jalan kota Sidikalang itu tidak bersedia mengangkat ponselnya.
Menjawab pertanyaan Batak Pos, Sekertaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Dairi, Edy Banurea di ruang kerjanya berjanji, akan menghubungi tim pengawas pekerjaan pemeliharaan jalan itu untuk kembali memperbaiki aspal yang rusak, “karena pekejaan masih berlangsung, kita akan perintahkan pihak rekanan untuk kembali memperbaikinya, sebab kita juga tidak mau menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan”tegas Edy. (robs)

Akibat Dana Yang Minim

Banyak Lampu Jalan Di Kota Sidikalang Tidak Berfungsi
Sidikalang ,SIRA :
Akibat dana yang minim, sejumlah lampu jalan di Kabupaten Dairi terutama di sepanjang jalan kota Sidikalang semakin banyak yang tidak berfungsi.
Alasan itu disampaikan Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Dairi melalui Kabid Pengelolaan Lingkungan dan Perumahan, K. Sitorus menjawab pertanyaan Batak Pos terkait dengan banyaknya lampu jalan yang tidak berfungsi pada hal, pada setiap bulannya masyarakat selalu dipungut pajak penerangan jalan melalui tagihan pembayaran tagihan rekening listrik.

“Setiap tahunnya, pemeliharaan seluruh lampu jalan yang ada di Kabupaten Dairi, kita hanya dapat melakukan perawatan sebanyak 120 unit lampu jalan dengan anggaran dana 70 juta rupiah sehingga, dengan anggaran sebesar itu, kita tidak mungkin mampu untuk melakukan perawatan keseluruhan lampu jalan itu, yang jelas banyaknya lampu jalan yang tidak berfungsi itu adalah akibat minimnya dana perawatan “ ungkap Sitorus enteng.
Menurut pengakuan dari sejumlah warga Sidikalang yang dihubungi SIRA, Kondisi itu sudah lama berlangsung dan bahkan disejumlah titik ada yang sudah 7 sampai 9 tahun tidak berfungsi seperti halnya, lampu jalan yang ada di sekitar Jalan Sentosa Sidikalang yakni jalan masuk Perumnas Simbara Permai, ada sekitar 5 titik lampu jalan tidak berfungsi dan bahkan keadaan ini sudah berlangsung cukup lama dan hingga saat ini, belum ada upaya dari pemerintah untuk memperbaikinya.
“Dulu, walaupun masih gelap, apabila kita hendak belanja ke pusat pasar Sidikalang, kita tidak perlu merasa takut karena sepanjang jalan Sentosa hingga masuk ke Perumnas Simbara Permai ini, sejumlah lampu jalan masih berfungsi dengan baik, namun saat ini kondisinya sudah beda, bukan hanya tidak menyala, bangkai lampunyapun sudah tidak kelihatan lagi” kata salah seorang warga Perumnas yang setiap pagi selalu belanja sayur mayur ke Pusat Pasat Sidikalang. (robs)

Akibat Truk Kelebihan Tonase Kondisi Jalan Sidikalang Buntu Raja Rusak Parah

Sidikalang,SIRA :
Diduga akibat Truk yang kelebihan Tonase, Sedikitnya 10 kilometer jalan Kabupaten dari Sidikalang menuju Buntu Raja Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi, mengalami kerusakan yang cukup parah.
Pasalnya, setiap hari puluhan Dump Truk bermuatan galian C asal Dolok Siraut yang over tonase (tidak sesuai dengan kelas jalan), melintasi jalan ini padahal, di pintu masuk ke daerah ini yakni pada persimpangan jalan Persada itu, jelas terpampang rambu jalan yang menyatakan kelas jalan adalah golongan III C, yakni berat yang diijinkan maximal 8 ton, sementara Truk pengangkut Galian C tujuan Tanah Karo dan Medan yang setiap harinya melintasi jalan ini, tidak sedikit yang bermuatan diatas 20 ton.

Hal itu disampaikan sejumlah supir angkutan penumpang umum jurusan Sidikalang-Bunturaja yang merasa dirugikan atas kerusakan jalan itu, Sabtu (22/10) di salahsatu SPBU yang ada di Hutaimbaru, “kami menduga, biang kerusakan jalan ini adalah Truk pengangkut Batu Dolomid itu, masa beban jalan hanya 8 ton tetapi Truk yang melintas ada yang muatannya mencapai 20 ton, bagaimana jalannya mau tahan” ungkap sejumlah supir Angkot yang mengaku sejak kerusakan jalan itu, biaya perawatan kenderaanya bertambah terutama pada bagian kolong kenderaanya,
Kepada SIRA, mereka mengaku, hal itu sudah lama berlangsung dan sepertinya pihak Pemerintah Dairi terkesan tutup mata karena hingga saat ini, belum ada upaya yang dilakukan Pemkab Dairi untuk melakukan penertiban terhadap Truk pengangkut Galian C yang over Tonase itu.
Ketika SIRA mencoba menghubungi Dishub Dairi melalui selulernya, Minggu (23/10) tidak berhasil karena tidak aktif. (robs)

Wabup Dairi Buka Rapat Koordinasi Program Adipura

Pasiona Sihombing : “Kalau Dengan Gaya Kepemimpinan KRA Johnny Sitohang, Kota Sidikang Sulit Raih Adipura”
Sidikalang ,SIRA :
Bertempat di gedung eks Bawasda Pekab Dairi, Wakil Bupati Dairi, Irwansyah Pasi, SH membuka resmi rapat koordinasi program Adipura yang dihadiri sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan kepala sekolah yang ada di Kecamatan Sidiklang, Senin (24/10).

Selain untuk melakukan evaluasi program Adipura kota Sidikalang, rapat koordinasi yang diselenggarakan kantor Lingkungan Hidup (KLH) Dairi itu bertujuan, untuk menyamakan persepsi bagaimana agar seluruh steak holder yang ada di Dairi untuk bersama-sama melakukan apa yang dapat dilakukan dalam pengelolaan lingkungan yakni untuk mewujudkan kota Sidikalang tahun 2013 dapat meraih Adipura.
Demikian disampaikan Irwansyah Pasi pada pembukaan Rapat koordinasi yang juga dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup Provsu yang diwakili, Indra Utama, Sekda Dairi, Arsenius Marbun dan Kepala Kantor lingkungan Hidup Kabupaten Dairi , January Simarmata.
Pada kesempatan itu, Irwansyah Pasi mengingatkan agar, seluruh Pimpinan SKPD untuk tidak Egois karena menurutnya, untuk dapat meraih piala Adipura, bukan hanya tanggungjawab Kantor Lingkungan Hidup saja, akan tetapi merupakan tugas dan tanggungjawab bersama Pemkab dan masyarakat Dairi. Kata Wabup.
Dari hasil ekspos yang disampaikan salah seorang staf KLH Dairi, Lilis diketahui, nilai penataan lingkungan kabupaten Dairi untuk tahun 2010-2011, hanya mencapai nilai 55, 47, sementara untuk dapat meraih Adipura Dairi paling sedikit harus mendapat nilai 74. papar Lilis.
Dikatakannya, setelah melakukan ekspos lingkungan didapati sejumlah hambatan yakni, kurangnya koordinasi dengan SKPD dan LSM terkait, rendahnya peran serta masyarakat terhadap lingkungan hidup, banyaknya sekolah belum menerapkan pengelolaan lingkungan yang baik dan adanya pendapat yang mengatakan Program Adipura itu mahal dan merupakan program yang mustahil.
Terkait dengan program Adipura kota Sdidikalang itu, ditempat terpisah, salah seorang pemerhati pembangunan kabupaten Dairi yang juga mantan anggota DPRD Dairi, Pasiona Sihombing kepada Batak Pos mengatakan, ketidak yakinnanya kota Sidikalang untuk dapat meraih Adipura kalau dengan gaya kepemimpinan Bupati Dairi, Johnny Sitohang.
”Kalau dengan gaya kepemimpinan Bupati Dairi saat ini, yang melakukan pesiar ke Jerusalem bersama sejumlah pimpinan yang menduduki jabatan strategis di Dairi, yakni saat paripurna penetapan P. APBD Dairi sedang berlangsung, mungkin berat Kota Sidikalang untuk dapat meraih Adipura”kata Pasiona.(robs)
Keterangan Foto : Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi,SH(dok.SIRA)

Dana Pemeliharaan Kenderaan Dinas Sekretariat Pemkab Dairi Tahun 2010 Dipertanyakan

Sidikalang,SIRA :
Dana pemeliharaan 24 unit kenderaan Dinas sekrertariat Pemkab Dairi pada tahun anggara tahun 2010 yang yang ditampung pada APBD Dairi, setelah ada perubahan, capai angka yang cukup signifikan yakni, Rp.1.104.500.000, sementara untuk tahun anggarang 2011 sebelum ada perubahan berkisar Rp.810.424.000.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Asset (Dippeka) Kabupaten Dairi melalui Kabid Anggaran, AP. Ujung untuk menjawab Batak Pos terkait dengan sorotan dan pertanyaan dari sejumlah kalangan masyarakat Dairi tentang besarnya anggaran dana pemeliharaan kenderaan Dinas yang ada di sekretariat Pemkab Dairi yang dinilai, tidak sesuai dengan Motto Pemkab Dairi, “Bekerja Untuk Rakyat” , dan bahkan sejumlah kalangan membandingkan besarnya dana pemeliharaan kenderaan Dinas itu dengan pembeliaan sejumlah mobil angkot bekas yang dapat memenuhi kebutuhan puluhan rakyat Dairi yang berprofesi Supir.
AP. Ujung menjelaskan, dana pemeliharaan rutin/berkala kenderaan dinas sekretariat Pemkab Dairi, digunakan untuk belanja jasa service, Rp.94.800.000, belanja penggantian suku cadang, Rp.348.200.000, belanja BBM/pelumas, Rp.640 juta dan belanja STNK, 21 juta rupiah, sementara pengguna anggaran adalah, Bagian Umum sekretariat daerah Pemkab Dairi, jelas Ujung seraya menunjukan buku APBD Dairi tahun 2010 dan 2011 di ruang kerjanya, Selasa (25/10).
Sebelumnya, Kabag Umum Pemkab Dairi, JM. Manullang kepada sejumlah wartawan mengaku tidak mengetahui berapa besarnya anggara pemeliharaan kenderaan Dinas di sekertariat Pemkab Dairi untuk tahun Anggara 2010, dengan alasan dirinya baru menduduki jabatan itu pada oktober 2010, sehingga tidak mengetahui pasti tentang angka anggaran pemeliharaan itu.
“Kalau soal angka anggaran pemeliharaan kenderaan Dinas di sekertariat Pemkab Dairi, untuk tahun 2010, saya tidak ingat berapa, sebab saya menduduki jabatan kabag umum, baru bulan oktober 2010, silahkan saja ditanya ke Asset” kata Manullang.
Dijelaskannya, untuk tahun anggaran 2011, dana pemeliharaan kenderaan dinas sekretariat yang berjumlah 24 unit itu, sekitar 400 juta, dan dana itu sudah termasuk biaya pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) kenderaan yang digunakan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Dairi jelasnya, namun penjelasan itu sepertinya sudah bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Kabid Anggaran Dippeka Dairi, AP. Ujung yakni, sekitar 800 juta lebih, sebelum adanya Perubahan APBD Dairi TA.2011. (robs)

Minggu, 16 Oktober 2011

Kondisi Jalan Di Kota SIdikalang Memprihatinkan

Pemkab Dairi Terkesan Tutup Mata Dan Tidak Peduli
Sidikalang,SIRA :
Kondisi jalan di kota sidikalang yang merupakan wajah dari Kabupaten Dairi, saat ini sangat memprihatinkan karena, kondisi aspalnya kupak kapik dan berlobang hingga terkesan jorok, dan hingga saat ini belum ada upaya dari pemerintah Kabupaten Dairi untuk membenahinya.

Salah satu jalan kota yang kondisinya cukup parah adalah Jalan Dairi yang tidak jauh dari Pusat Pasar Sidikalang, aspal jalan kupak kapik dan bahkan disejumlah tempat sudah berlobang hingga terkesan sangat jorok karena memang dibagian jalan yang berlobang dipenuhi sampah sayuran dan buah-buahan yang busuk atau tidak laku dijual oleh para pedagang terutama pada hari pekan Rabu dan Sabtu.
Selain jalan Dairi, jalan kota yang kondisinya hampir sama parahnya adalah, jalan Kemiri, jalan Gereja, FL. Tobing, Sudirman, jalan Pakpak, Trikora, Klasen, Sekolah dan bahkan jalan Mesjid Agung Sidikalang persis di samping Kantor Bupati Dairi, yang sehari- hari dilalui para pejabat Kabupaten Dairi.
Menurut informasi dari sejumlah masyarakat kota Sidikalang, keadaan ini sudah lama berlangsung, dan bahkan sebagian besar masyarakat menilai, Pemerintah Kabupaten Dairi terkesan tutup mata dan tidak peduli dengan kondisi jalan kota Sidikalang yang saat ini cukup parah.
“Melihat kondisi jalan kota Sidikalang yang saat ini cukup parah dan belum ada upaya dari Pemerintah untuk membenahinya, dalam hal ini saya menilai Pemkab Dairi terkesan tutup mata dan tidak peduli dengan kondisi ini, menurut saya, ini bisa terjadi karena ketidak profesinalan Dinas Pekerjaan Umum dalam melakukan pengawasan saat pelaksanaan proyek pembangunan jalan ini, hingga mutu jalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan”ungkap ketua LSM-BBH Lembaga Investigasi Penyelamatan Asset Negara (LIPAN-RI) Kabupaten Dairi, Kamiluddin Maha kepada Batak Pos di Jalan Dairi Sidikalang, Sabtu (15/10).
Di tempat terpisah, depan Kantor Bupati Sidikalang, mantan anggota DPRD Dairi yang peduli dengan pembangunan Dairi, Pasiona Sihombing kepada Batak Pos juga menyoroti kerusakan jalan dan tidak berfungsinya sejumlah lampu jalan di kota Sidikalang yang menurutnya menjadi wajah dari kota Sidikalang itu.
“Terkait dengan kondisi jalan dan sejumlah lampu jalan yang saat ini banyak yang tidak berfungsi, saya menilai Pemkab Dairi sepertinya tidak peduli dengan kondisi ini, sebab setiap tahunnya dana perawatan jalan ada ditampung di APBD, termasuk pemeliharaan lampu jalan yang setiap bulannya ditagih dari pelanggan, dikemanakan dana itu, kalau kondisi jalan kita seperti ini, kapan kita dapat meraih Adipura ?” tanya Pasiona kesal.
Dikatakannya, kalau Pemerintah Kabupaten Dairi sesuai dengan Mottonya, Bekerja Untuk Rakyat, seharusnya pemerintah juga memikirkan kondisi jalan yang juga merupakan fasilitas umum yang digunakan seluruh masyarakat Dairi, “bekerja untuk rakyat itu, bukan hanya melakukan kunjungan kerja ke desa-desa, tetapi juga harus memikirkan kondisi jalan kota Sidikalang yang saat ini sangat memprihatinkan, yang dapat menghalangi masuknya investor ke Kabupaten Dairi”kata Pasiona.(robs)
Keterangan Foto : Jalan rusak : Kondisi jalan Dairi Sidikalang yang tidak jauh dari Pusat Pasar Sidikalang kupak kapik dan terkesan jorok, Sabtu (15/10). Foto dok Robinson Simbolon.

Terkait Pungutan Di Sekolah,

Orang Tua Siswa SD Negeri 030385 Antuang Mengeluh
Sidikalang ,SIRA :
Terkait dengan adanya dugaan pungutan sebesar 20 ribu rupiah dengan alasan untuk biaya pasphoto yang dilakukan pihak sekolah, kepada masing-masing siswa yang duduk di kelas VI SD. Negeri 030385 Antuang Kecamatan Siempat Nempu Dairi, orangtua siswa mengeluh.

Pasalnya, para orangtua siswa yang menyekolahkan anaknya di sekolah milik pemerintah itu, juga mengetahui program pemerintah yakni, wajib belajar 9 tahun (sekolah gratis), khususnya tingkat sekolah dasar, SD / SMP melalui Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang dikelola masing-masing sekolah.
“Dengan keterbukaan informasi saat ini, baik melalui media cetak, media elektronik maupun media lainnya, kita juga mengetahui program pemerintah wajib belajar 9 tahun (sekolah gratis) yakni melalui pembiayaan BOS, dan kami dengar-dengar pihak sekolah khususnya sekolah tingkat SD dan SMP negeri, dilarang melakukan pungutan kepada siswa, kenapa pihak sekolah SD Antuang melakukan itu?, bagaimana orang miskin untuk dapat mengikuti wajib belajar 9 tahun kalau kenyataanya seperti ini? ”, tanya salah seorang orangtua siswa yang namanya minta dirahasiakan karena takut anaknya ditekan oleh pihak sekolah, Jumat (14/10).
Kepada SIRA, orangtua siswa didampingi anaknya yang sempat takut sekolah akibat belum membayar uang photo itu menghimbau, agar pemerintah Kabupaten Dairi melakukan tindakan tegas kepada pihak sekolah SD negeri 030385 Antuang yang menurutnya tidak mendukung motto Dairi ,”Bekerja Untuk Rakyat”.
Ditemui di lokasi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jalan Pandu Sidikalang, Jumat (14/10) Kepala sekolah SD 030385 Antuang, Nurhayati Berampu kepada Batak Pos dengan sedikit emosi membantah pungutan sebesar 20 ribu itu, “saya tidak ada melakukan pungutan 20 ribu kepada siswa kelas VI, itu merupakan pembusukan, untuk apa saya melakukan pungutan kepada siswa saya, dana BOS kan sudah ada” bantah Nurhayatai seraya menanyakan hal pungutan itu kepada guru kelas enamnya, melalui ponselnya, padahal menurut keterangan siswa, yang menyuruh siswa kelas VI untuk membawa uang photo Rp.20.000 adalah dirinya sendiri (robs)
Keterangan Foto : Kepala Sekolah SD.030385 Antuang, didampingi sejumlah Kepsek dari sekolah lain, saat dikonfirmasi Batak Pos di salahsatu fotocopy yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Dairi, Jalan Pandu Sidikalang, Jumat (14/10) Foto dok.Robinson Simbolon.

Pemkab Dairi Anggarkan Dana Berperkara Dengan Rakyat

Sidikalang SIRA :
Pemerintah Kabupaten Dairi menganggarkan dana sebesar 130 juta rupiah untuk menangani kasus sengketa hukum yakni, gugatan dua orang rakyat Dairi yang menggugagat Bupati Dairi, Johnny Sitohang

Dua perkara yang ditangani Pemkab Dairi itu adalah untuk menghadapi gugatan 2 orang rakyatnya masing-masing, perkara Nomor 21/G/2011/PTUN-MDN tanggal 12/2 2011 atas nama Rachel Tiawan Simbolon, dengan objek gugatan keputusan Bupati Dairi tentang pengangkatan sekdes An.Umar Ginting PNS, dan perkara No. 38/G/2011/PTUN-MDN tanggal 25/4 2011 atas nama penggugat, Martalena Sebayang dengan objek gugatan, keputusan Bupati Dairi tentang pemberhentian, pengangkatan, mutasi jabatan kepala sekolah di lingkungan Pemkab Dairi.
Hal itu disampaikan Bupati Dairi, Johnny Sitohang yang dibacakan Sekda Dairi, Arsenius Marbun, pada nota jawaban Bupati atas pemandangan umum anggota DPRD Dairi tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (RPAPBD) Dairi TA.2011, yang berlangsung di Ruang rapat DPRD Dairi, jalan Sisisngamangaraja Sidikalang, Kamis (13/10).
Pada Paripurna yang dipimpin ketua DPRD Dairi, Delphi Masdiana Ujung dan diikuti 19 orang anggota DPRD dan sejumlah pimpinan SKPD Dairi itu, Fisher Agus Simamora dari Fraksi Rakyat Bersatu kembali menanyakan pihak eksekutip “Pantaskah kita membiayai kesalahan kita melalui SK Bupati Dairi itu”, Tanya Agus
Menurut Agus, kalau memang uang rakyat yang digunakan untuk membiayai kesalahan Bupati melalui keputusannya, Bupati Dairi itu akan sesuka hati melakukan mutasi PNS seperti yang dialami Martalena Sembiring yang memenangkan gugatannya di PTUN Medan, “belajar dari kasus perkara gugatan atas keputusan Bupati Dairi, yang dimenangkan penggugat Martalena Sebayang di PTUN Medan, jelas merupakan kesalahan Bupati sendiri, itu sama halnya, pembiayaan perkara atas kesalahan Bupati, dibiayai oleh rakyat”,tegas Agus.
Saat dihubungi SIRA di ruang Paripurna, Kabag Hukum Pemkab Dairi, R. Tamba,SH mengatakan, dana yang dianggarkan untuk menangani perkara itu digunakan untuk biaya meterai dan biaya operasi perjalanan dinas untuk mengikuti proses sidang di PTUN Medan. (robs)

Terkait Kasus Johnny Sitohang Dengan Wartawan Dairi

Polres Dairi Menunggu Keterangan Saksi Ahli Dari Dewan Pers
Sidikalang ,SIRA :
Guna menindak lanjuti kasus pengaduan wartawan Dairi, yang mengadukan Ketua DPD Golkar Dairi, KRA Johnny Sitohang Adinegoro ke Polda Sumatera Utara karena perkataan “Wartawan Dairi Semakin Bodoh”, yang disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Dairi,  Johnny Sitohang saat pembukaan Diklat Karakterdes Partai Golkar Dairi, yang berlangsung di Balai Budaya Sidikalang, awal bulan Juli yang lalu, pihak Polres Dairi menunggu keterangan saksi ahli dari Dewan Pers Nasional.

Hal itu disampaikan Kapolres Dairi, AKBP Yustan Alpiani di ruang kerjanya Mapolres Dairi, kepada sejumlah wartawan Dairi yang menilai proses penanganan kasus penghinaan yang dilakukan Johnny Sitohang kepada wartawan yang bertugas di Dairi itu lambat, karena hingga saat ini sudah tiga bulan berlalu, sejak kasus itu dilaporkan ke Polda Sumut, Rabu (13/7) dengan No.LP/454/VII/2011 SPKT III, belum jelas dan belum dapat dibuktikan oleh pihak Polres Dairi, Senin (10/10).
“Setelah kita melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, terkait kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Ketua DPD Golkar Dairi, KRA Johnny Sitohang terhadap wartawan Dairi, saat ini, masih dalam tahap penyelidikan, dan guna proses pembuktian kasus dugaan penghinaan itu, kita masih menunggu keterangan saksi ahli dari Dewan Pers”,ungkap Yustan.
Kepada sejumlah wartawan, Yustan didampingi Kasat Reskrim Polres Dairi, D. Ompusunggu dan Kasub Bag Humas Polres Dairi, AKP.Limbong juga menjelaskan, pasal penghinaan 310 dan 315 sesuai dengan pengaduan wartawan Dairi itu, berlaku untuk person atau pribadi dan bukan untuk kelompok sehingga pihaknya perlu keterangan dari saksi ahli dari Dewan Pers karena menurutnya, keterangan saksi ahli merupakan salah satu alat bukti yang sah sesuai dengan pasal 184 KUHP.
“Untuk membuktikan pasal penghinaan 310 dan 315 KUHP sesuai dengan laporan rekan-rekan Pers, kita harus memerlukan keterangan saksi ahli dari Dewan Pers, karena pasal 310 dan 315 hanya berlaku untuk person atau perseorangan, dan tidak berlaku terhadap kelompok atau institusi, dan setelah mendengar keterangan saksi ahli, selanjutnya kita akan melakukan gelar perkara dengan mengundang rekan wartawan”jelas Yustan.(robs)